SUKABUMIUPDATE.com – Duka menyelimuti Kampung Neglasari, Desa/Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi. Seorang balita perempuan berusia 4 tahun bernama Keysa, meninggal dunia setelah diduga terpeleset dan terseret derasnya arus air di sebuah parit, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.
Peristiwa tragis itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Di tengah derasnya aliran air yang kian meninggi, korban diketahui tengah bermain bersama teman-temannya di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Sekretaris Camat (Sekmat) Kalibunder, Taofik Nurhadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa meningkatnya debit air akibat hujan deras diduga menjadi pemicu utama insiden nahas tersebut.
“Pada saat kejadian, kondisi sedang hujan deras sehingga debit air di parit meningkat. Korban diduga terpeleset lalu terbawa arus yang cukup deras,” ujar Taofik kepada Sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Viral Air Masuk di Lantai 2 Disebut Banjir, UPTD Pasar Cicurug Berikan Penjelasan
Lokasi kejadian berada di Kampung Neglasari RT 012 RW 003. Parit di area tersebut memiliki kemiringan cukup curam, sekitar 45 derajat, yang membuat aliran air menjadi sangat deras saat hujan turun. Dalam kondisi itu, korban terseret arus sejauh kurang lebih 150 meter dari titik awal ia terpeleset.
Berdasarkan keterangan saksi, tubuh korban ditemukan dalam kondisi terapung dengan posisi terlentang di aliran parit sekitar pukul 15.10 WIB. Salah seorang saksi, Hihin (45), tanpa ragu langsung turun ke parit untuk mengevakuasi korban.
Dengan penuh kepanikan, korban kemudian dibawa oleh keluarga ke Puskesmas Kalibunder untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun harapan tak berbuah hasil. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Baca Juga: Sukabumi Ramah Wisatawan dan Aksi Tipu-tipu Pengasong Ikan Palabuhanratu
“Setelah diperiksa oleh tim medis di puskesmas, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” tambah Taofik.
Selain Hihin, saksi lain yang berada di lokasi adalah Deti (38), warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Keduanya menjadi saksi momen memilukan saat korban ditemukan.
Pihak terkait segera melakukan penanganan, mulai dari menerima laporan, berkoordinasi dengan instansi terkait, mengevakuasi korban ke rumah duka, hingga mengumpulkan keterangan saksi guna keperluan penyelidikan.
Dari hasil penanganan sementara, diketahui korban bermain di sekitar parit tanpa pengawasan orang tua saat hujan deras berlangsung. Sementara itu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah.




