SUKABUMIUPDATE.com - Asap hitam dari ban yang dibakar membumbung di kawasan Tugu Adipura, Jalan R.E. Martadinata, Kota Sukabumi, Rabu (17/6/2026). Di tengah kepulan asap tersebut, massa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Putra menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat.
Pantauan di lokasi, massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara. Mereka juga membawa berbagai alat peraga yang berisi pesan dan tuntutan kepada pemerintah. Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di pusat Kota Sukabumi.
Melalui pernyataan sikap yang dibacakan dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih membebani masyarakat. Mulai dari tekanan ekonomi, meningkatnya kebutuhan hidup, hingga kebijakan yang dianggap berdampak terhadap kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Anggota DPR Bongkar Ratusan Triliun Dana Pendidikan Tidak Terserap
Koordinator Aksi BEM Universitas Nusa Putra, Fauzan, menyampaikan bahwa pemerintah perlu menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan. Menurutnya, berbagai program dan keputusan yang lahir dari pemerintah seharusnya mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan rakyat.
Selain menyampaikan kritik, mahasiswa juga menegaskan peran mereka sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial yang memiliki tanggung jawab mengawal jalannya pemerintahan. Mereka mengingatkan bahwa tujuan negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam tuntutannya, BEM Universitas Nusa Putra meminta pemerintah menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap perumusan maupun pelaksanaan kebijakan publik. Mereka juga mendorong adanya evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang dinilai berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Pilu Lansia Sebatangkara di Purabaya, Huni Gubuk Reot dan Derita Katarak
Tidak hanya kepada pemerintah, mahasiswa turut mendesak DPR RI agar memastikan setiap proses pembentukan regulasi strategis dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan mengedepankan kepentingan publik serta prinsip supremasi sipil.
Aksi yang berlangsung di salah satu titik strategis Kota Sukabumi itu juga menjadi ajakan kepada mahasiswa dan masyarakat sipil untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kebangsaan. Melalui penyampaian aspirasi secara damai dan pengawasan terhadap kebijakan publik, mereka berharap lahir kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan, keadilan sosial, dan kepentingan rakyat Indonesia.
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Presiden Mahasiswa Universitas Nusa Putra, Ahmad Brik Abdul Aziz, sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.


