DPMD Sukabumi Nilai BUMDes Tenjoayu Cicurug Sehat, Omzet 2025 Capai Rp800 Juta

Sukabumiupdate.com
Sabtu 02 Mei 2026, 09:08 WIB
DPMD Sukabumi Nilai BUMDes Tenjoayu Cicurug Sehat, Omzet 2025 Capai Rp800 Juta

Sekretaris DPMD Kabupaten Sukabumi, Andriansyah Subandi, saat diwawancarai usai Musyawarah Desa BUMDes Tenjoayu, Jumat (1/5/2026) | Foto : Ibnu Sanubari

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui tata kelola yang transparan dan pengembangan usaha berkelanjutan. Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Desa laporan tahunan BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri tahun anggaran 2025.

Sekretaris DPMD Kabupaten Sukabumi, Andriansyah Subandi, menuturkan bahwa pelaporan kinerja BUMDes merupakan bagian dari amanat regulasi yang harus dijalankan setiap desa. “Ketika BUMDes melaporkan hasil usahanya, itu berarti transparan dan akuntabel. Dari sisi penilaian, itu dianggap sehat,” ujarnya usai kegiatan Musyawarah Desa BUMDes Tenjoayu, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan, penilaian BUMDes dilakukan dari beberapa aspek, mulai dari kelembagaan, jenis usaha, hingga kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Menurutnya, BUMDes Tenjoayu telah memenuhi aspek kelembagaan karena memiliki badan hukum, klasifikasi usaha, serta arah pengembangan yang jelas.

Selain itu, ia menyebut BUMDes Tenjoayu juga telah menjalankan sejumlah unit usaha seperti jasa parkir, air minum dalam kemasan (AMDK), dan pengembangan greenhouse. “Kalau usaha itu rugi, buat apa dipaksakan. Harus ada business plan dan analisis kelayakan,” katanya.

Baca Juga: Lewat Gotong Royong Warga, Program Perbaikan Rutilahu di Cibadak Capai 21 Unit

Andriansyah menuturkan, pembinaan BUMDes tidak hanya dilakukan oleh DPMD, melainkan melibatkan berbagai perangkat daerah sesuai sektor usaha.

Ia menegaskan, pengembangan BUMDes ke depan akan tetap diarahkan pada program tematik, khususnya sektor ketahanan pangan dan hewani yang disesuaikan dengan potensi desa. “BUMDes tidak lagi sektoral. Pembinaannya melibatkan dinas terkait sesuai bidang usahanya,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri, Asaf Angga Purnama, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya mencatat kinerja yang cukup positif. BUMDes berhasil membukukan omzet sekitar Rp800 juta dalam satu tahun.

“Alhamdulillah kami bisa memberikan PADes sekitar Rp48 juta. Walaupun keuntungannya tidak besar, ini cukup baik bagi kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini unit usaha yang berjalan meliputi jasa parkir dan AMDK. Sektor parkir masih menjadi penyumbang utama pendapatan, sementara AMDK yang baru berjalan sekitar empat bulan masih dalam tahap pengembangan.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi saat ini berada pada aspek operasional dan pemasaran. “Kendala utama ada di operasional dan pemasaran, terutama untuk AMDK yang masih baru,” katanya.

Baca Juga: Sering Sakit Kepala dan Pilek? Waspadai Gejala Sinus!

Ke depan, BUMDes Tenjoayu berencana mengembangkan usaha greenhouse buah melon yang akan segera diluncurkan, serta merintis usaha di sektor jasa, termasuk layanan transportasi berbasis kebutuhan masyarakat. Ia juga menyebut keterlibatan masyarakat dalam kegiatan BUMDes terus didorong, terutama pada unit usaha yang berbasis potensi lokal desa.

“Harapannya BUMDes bisa terus maju, memberikan manfaat untuk masyarakat, dan kontribusinya ke desa juga semakin besar,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini