SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Selain berhasil mempertahankan posisi sebagai kota dengan persentase realisasi belanja tertinggi di Indonesia, Kota Sukabumi juga masuk dalam 20 besar kota dengan persentase realisasi pendapatan terbesar secara nasional pada tahun anggaran 2026.
Capaian tersebut berdasarkan laporan realisasi anggaran resmi yang dirilis Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Bina Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per 5 Juni 2026.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh perangkat daerah dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan sejak awal tahun anggaran.
"Ini merupakan lompatan capaian yang dihasilkan dari sinergi, komitmen, dan kerja keras seluruh Perangkat Daerah dalam mempercepat akselerasi program pembangunan sejak awal tahun anggaran. Keseimbangan performa antara tingginya penyerapan belanja dan optimalnya pemenuhan target pendapatan mencerminkan struktur manajemen keuangan daerah yang sangat sehat, responsif, dan akuntabel," ujar Ayep Zaki dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan data Ditjen Bina Keuda Kemendagri, Kota Sukabumi berada di posisi puncak nasional dalam kategori realisasi belanja untuk tingkat kota dengan capaian sebesar 42,62 persen. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata regional Jawa Barat yang tercatat sebesar 29,50 persen.
Baca Juga: Jemaah Haji Kloter 13 Sukabumi Tiba di Tanah Air, Satu Orang Wafat di Makkah
Tak hanya unggul dalam sektor belanja, Kota Sukabumi juga mencatatkan kinerja positif pada sektor pendapatan. Dalam data Persentase Realisasi Pendapatan APBD Kota se-Indonesia Tahun Anggaran 2026, Kota Sukabumi berhasil menembus jajaran elit nasional atau 20 kota dengan realisasi pendapatan terbesar.
Hingga awal Juni 2026, realisasi pendapatan Kota Sukabumi mencapai 43,85 persen. Capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional untuk kategori kota yang tercatat sebesar 36,89 persen.
Menurut Ayep Zaki, tingginya realisasi pendapatan daerah ditopang oleh optimalisasi berbagai sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta ketepatan penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut kemudian diimbangi dengan percepatan pelaksanaan program pembangunan di lapangan.
"Dengan sinergi hulu-hilir keuangan ini, likuiditas daerah terjaga dengan prima sehingga seluruh program prioritas kemasyarakatan dapat berjalan tanpa hambatan," katanya.
Ia menambahkan, penyerapan belanja sebesar 42,62 persen yang didukung realisasi pendapatan mencapai 43,85 persen menunjukkan bahwa APBD Kota Sukabumi berjalan secara efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Uang rakyat kembali ke rakyat secara cepat melalui sektor pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, jaminan sosial kesehatan, dan penguatan ekonomi lokal," paparnya.
Baca Juga: Erling Haaland Bersinar di Piala Dunia 2026, Norwegia Taklukkan Irak 4-1
Ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
"Akselerasi penyerapan anggaran ini ditargetkan terus konsisten guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi yang merata dan berkelanjutan," pungkas Ayep Zaki.






