SUKABUMIUPDATE.com - Program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) berbasis gotong royong di Kecamatan Cibadak terus berjalan dan hingga saat ini telah menjangkau capai 21 rumah. Kali ini, pembangunan rumah ke-20 dimulai di Kampung Situ Saeur RT 01 RW 11, Kelurahan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (1/5/2026).
Camat Cibadak, Mulyadi, mengatakan program ini merupakan respons terhadap banyaknya kondisi rumah tidak layak huni di wilayahnya. Berdasarkan data sementara dari desa-desa, jumlahnya mencapai sekitar 1.000 unit, meski belum seluruhnya diverifikasi.
“Karena jumlahnya banyak, kami berupaya melakukan respons cepat. Jadi ketika ada laporan yang masuk ke kecamatan, baik dari desa atau kelurahan, langsung kami tindak lanjuti,” ujar Mulyadi kepada sukabumiupdate.co.
Mulyadi menjelaskan, program perbaikan Rutilahu ini mulai berjalan sejak 2025 dan mulai dilakukan secara lebih masif pada 2026 setelah adanya kolaborasi berbagai elemen di Kecamatan Cibadak.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, program ini mengedepankan gotong royong warga. Setiap usulan yang masuk terlebih dahulu melalui proses asesmen oleh tim kecamatan bersama RT/RW dan pemerintah desa atau kelurahan. Salah satu syarat utama adalah kesiapan masyarakat sekitar untuk bergotong royong.
“Kalau warga siap gotong royong, baru kami hitung kebutuhan materialnya, lalu kami ajukan ke donatur melalui pola ‘Lelang Kebaikan’ di grup KOPI MASAL,” jelasnya.
Baca Juga: Porismas 2026 Resmi Ditutup, Setukpa Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Sukabumi
"KOPI MASAL merupakan singkatan dari Kolaborasi Peduli Masalah Sosial, yakni wadah komunikasi berbagai pihak untuk membantu penyelesaian persoalan sosial di Cibadak. Bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang, melainkan material sesuai kebutuhan di lapangan," tambahnya.
Menurutnya, sumber pendanaan program ini berasal dari berbagai pihak, mulai dari infak mingguan ASN kecamatan, jamaah pengajian, Forkopimcam, pemerintah desa dan kelurahan, hingga dukungan perusahaan, BAZNAS, dan masyarakat setempat.
“Awalnya dari infak, sekarang alhamdulillah perusahaan juga ikut terlibat,” kata Mulyadi.
Hingga saat ini, total ada 21 rumah yang telah masuk dalam program. Dari jumlah tersebut, 16 rumah sudah selesai diperbaiki, sementara lima lainnya masih dalam proses pembangunan.
Menurut Mulyadi, hasil perbaikan difokuskan pada kelayakan dan kenyamanan, disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat. “Yang penting layak dan nyaman dulu. Misalnya untuk lansia, cukup satu kamar, ada ruang tamu, dapur, dan kamar mandi,” ungkapnya.
Meski berjalan cukup baik, sambung dia, program ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterlambatan dukungan dari donatur serta menurunnya partisipasi warga saat proses pembangunan berlangsung.
“Kadang di tengah jalan dukungan melemah, atau soal upah kembali ditanyakan ke kami, padahal di awal sudah ada komitmen,” jelasnya.
Baca Juga: Disnakertrans Sukabumi Apresiasi Kegiatan Positif Sarbumusi di May Day 2026
Namun demikian, ia menyebut kendala tersebut masih bisa diatasi dengan dukungan kepala desa dan lurah setempat. Ke depan, Mulyadi optimistis program ini dapat terus berlanjut dan membantu mengurangi jumlah Rutilahu di Cibadak.
Ia menilai potensi dukungan dari berbagai pihak di wilayahnya cukup besar, mulai dari dunia usaha hingga masyarakat. “Tinggal bagaimana kita bisa menggerakkan semua elemen yang ada. Saya yakin ini bisa terus berjalan,” pungkasnya.






