Soal Aksi Stop Truk ODOL Marak di Sukabumi, Pengamat: Kebijakan KDM Sudah Strategis

Sukabumiupdate.com
Kamis 30 Apr 2026, 09:21 WIB
Soal Aksi Stop Truk ODOL Marak di Sukabumi, Pengamat: Kebijakan KDM Sudah Strategis

Aksi blokade truk ODOL warga pajampangan. (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.comPengamat Kebijakan Publik, Dr Dian Purwanti, menilai kebijakan KDM terkait pengalihan anggaran perbaikan jalan ruas Jampangtengah–Kiaradua merupakan langkah strategis yang didasarkan pada kajian teknis, bukan untuk memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

Dian yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sukabumi menjelaskan, penundaan perbaikan dilakukan karena ruas jalan tersebut masih dilintasi kendaraan bertonase berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL), yang menjadi penyebab utama kerusakan jalan.

“Penundaan perbaikan jalan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan kajian teknis, jalur tersebut masih dilalui truk tronton over kapasitas yang menyebabkan jalan cepat rusak. Jadi ini bukan untuk memicu konflik horizontal,” ujar Dian kepada sukabumiudpate.com. Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: SPPG Tegalbuleud Sebut Menu MBG yang Disorot Warga Sudah Sesuai Anggaran

Menurut Dian, selama ini pemerintah telah menggelontorkan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur jalan demi menunjang mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat. Namun, tanpa kesadaran bersama untuk menjaga, kondisi jalan akan terus mengalami kerusakan.

Ia menekankan pentingnya rasa memiliki dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat pengguna jalan dan pelaku usaha angkutan barang.

“Faktanya, kerusakan jalan banyak disebabkan kendaraan bermuatan berlebih. Sementara kontribusi retribusi tidak selalu masuk ke daerah, karena banyak perusahaan angkutan berkantor pusat di luar daerah,” katanya.

Dian juga menyoroti lemahnya fungsi pengawasan, termasuk peran jembatan timbang yang dinilai belum optimal dalam mengendalikan beban kendaraan yang melintas.

“Jembatan timbang seharusnya menjadi garda pengendali, tapi dalam praktiknya sering tidak berfungsi optimal” tambahnya.

Baca Juga: Usai Diprotes Warga, Peternakan Sapi di Purwasari Cicurug Diberi Waktu 7 Hari Kosongkan Lokasi

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan KDM untuk menunda perbaikan jalan sembari menertibkan kendaraan ODOL merupakan langkah yang cerdas dan bijaksana. Pasalnya, perbaikan jalan tanpa mengatasi akar masalah hanya akan membuat anggaran terbuang percuma.

“Kalau jalan terus diperbaiki tanpa menghentikan penyebab kerusakan, maka anggaran akan sia-sia. Jadi langkah menertibkan ODOL terlebih dahulu adalah strategi yang tepat, meski memang tidak mudah dan membutuhkan waktu,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengalihan anggaran bukan berarti pembatalan perbaikan, melainkan dialokasikan sementara ke ruas jalan lain di Kabupaten Sukabumi yang lebih memungkinkan untuk ditangani.

Terkait aksi warga yang melakukan penyetopan truk ODOL di jalur tersebut, Dian mengimbau agar masyarakat menyikapi kebijakan dengan bijak dan tidak emosional.

“Kita perlu kedewasaan dalam menyikapi kebijakan. Tidak semua kebijakan bisa memuaskan semua pihak, karena pemerintah juga memiliki keterbatasan dan harus menentukan skala prioritas,” ujarnya.

Dian berharap pemerintah daerah dapat segera menemukan solusi efektif dalam pengendalian kendaraan ODOL, sehingga perbaikan jalan Jampangtengah–Kiaradua bisa segera direalisasikan.

“Kalau jalan sudah diperbaiki, mari kita jaga bersama Infrastruktur itu untuk kepentingan kita semua,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini