Hujan Angin Terjang Rumah di Pabuaran Sukabumi, Ibu dan 2 Anak Mengungsi

Sukabumiupdate.com
Rabu 29 Apr 2026, 21:20 WIB
Hujan Angin Terjang Rumah di Pabuaran Sukabumi, Ibu dan 2 Anak Mengungsi

Kondisi rumah warga usai diterjang hujan dan angin kencang di Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi | Foto : dok. warga

SUKABUMIUPDATE.com – Sebuah rumah semi permanen sederhana berdinding bilik berukuran 5 x 7 meter di Kampung Cibeber 2, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan akibat diterjang hujan disertai angin kencang, pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, rumah milik Okah (35 tahun) untuk sementara tidak bisa ditempati. Okah bersama dua anaknya (perempuan berusia 9 tahun dan anak laki-laki berusia 2,5 tahun), terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya.

Okah mengungkapkan, saat kejadian dirinya sedang berada di rumah orang tuanya. Ia mengetahui rumahnya rusak setelah mendapat kabar dari tetangga sekitar.

“Waktu itu hujan turun disertai angin kencang. Saya sedang berada di rumah orang tua, lalu mendapat informasi dari tetangga bahwa genteng rumah berjatuhan,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (29/4/2026).

Setelah dicek, kondisi rumah memang rusah parah terutama pada bagian atap belakang yang hampir seluruh gentengnya jatuh. Sementara di bagian depan, beberapa baris genteng juga pecah akibat terjangan angin.

Baca Juga: A Yamin Sampaikan Belasungkawa: Tragedi Kereta Bekasi Harus Jadi Momentum Perbaikan Sistem

“Untuk sementara rumah tidak bisa ditempati, karena genteng atap belakang hampir semua jatuh, bagian depan juga ada beberapa baris yang pecah. Kalau hujan dipastikan bocor,” katanya.

Okah juga menyebut suaminya sedang merantau bekerja ke luar daerah sehingga dirinya harus menangani kondisi tersebut sendiri sambil menjaga kedua anaknya.

Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, Yogi Regina mengatakan pihaknya baru menerima laporan kejadian tersebut pada malam hari.

“Kami baru menerima informasi malam ini. Paling besok bersama pemerintah desa dan pemerintah kecamatan Pabuaran akan melakukan asesmen ke lokasi,” singkat Yogi.

Hingga saat ini, keluarga korban masih mengungsi sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Berita Terkait
Berita Terkini