Terjebak Harapan dan Keluhan, Jalur Angker Hutan Pinus di Sukajaya Pabuaran Rusak

Sukabumiupdate.com
Jumat 30 Jan 2026, 10:54 WIB
Terjebak Harapan dan Keluhan, Jalur Angker Hutan Pinus di Sukajaya Pabuaran Rusak

Kondisi Jalan Kabupaten Melewati Hutan Pinus yang Menghubungkan Desa Sukajaya dengan Desa Bantarsari di Kecamatan Pabuaran. (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi akses jalan kabupaten yang melintasi kawasan Leuweung Panjang hutan pinus Hanjuang Timur terus dikeluhkan warga Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. Jalan yang menghubungkan dua desa yakni Desa Sukajaya dengan Desa Bantarsari itu dinilai sudah lama rusak dan belum mendapat penanganan maksimal.

Jalan yang dikenal warga sebagai jalur “angker” tersebut membentang sekitar lima kilometer melintasi kawasan hutan pinus yang sebagian wilayahnya masuk Desa Sukajaya dan sebagian lagi ke Desa Bantarsari. Kondisi jalan berupa tanah, lumpur, dan bebatuan, sangat sulit dilalui terutama saat musim penghujan tiba. Bahkan, warga mengaku tidak ada yang berani melintas pada malam hari karena jalur otomatis licin dan tidak ada penerangan sama sekali.

“Keluhan soal jalan ini sudah sering kami sampaikan, baik lewat kepala desa, Forkopimcam, hingga wakil rakyat di DPRD. Harapan kami bukan hanya didengar, tapi benar-benar ada realisasi,” ungkap salah seorang warga Sukajaya, kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (30/01/2026).

Baca Juga: 20 Contoh Babasan Sunda dan Artinya yang Relate dengan Kehidupan Sehari-hari

Sambil menunggu perhatian pemerintah, warga Desa Sukajaya dan Desa Bantarsari bersama pemerintah desa tidak tinggal diam. Mereka kerap melakukan perbaikan alakadarnya secara swadaya, berupa pengerasan jalan agar tetap bisa dilalui, khususnya di kawasan hutan pinus Hanjuang Timur, Kampung Cipatat, Desa Sukajaya, yang berada dalam pengelolaan Perum Perhutani.

Dampak kerusakan jalan ini sangat dirasakan warga, terutama dalam pelayanan kesehatan dan administrasi. Warga Sukajaya lebih memilih berobat ke Puskesmas Kalibunder dibandingkan Puskesmas Pabuaran karena akses jalan yang lebih memungkinkan. Bahkan, untuk keperluan ke kantor Kecamatan Pabuaran, warga memilih memutar lewat Kecamatan Sagaranten dengan jarak sekitar 33 kilometer, padahal jarak normal hanya sekitar 13 kilometer jika kondisi jalan layak.

Diketahui, sebagian akses jalan tersebut belum pernah tersentuh aspal sejak dibuka pada tahun 1983. Perbaikan terakhir dilakukan pada tahun 2018 dari perbatasan Desa Bojong, Kecamatan Kalibunder, hingga Kampung Cipatat sepanjang sekitar tiga kilometer. Namun saat ini, kondisi jalan tersebut kembali rusak.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Tes Kecerdasan Siswa yang Mengonsumsi MBG

Jl. Pangelodan, Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.Jl. Pangelodan, Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman, membenarkan keluhan warga tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah desa telah berulang kali menerima aduan dan menyampaikannya kepada berbagai pihak terkait.

“Keluhan warga memang sesuai kondisi di lapangan. Kami sudah menyampaikan ke UPTD PU, DPRD, bahkan langsung ke Bupati Sukabumi, Pak Asep Japar. Upaya sementara, kami bersama masyarakat melakukan pengerasan swadaya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Perum Perhutani, dan alhamdulillah ada respons baik,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (30/1/2026).

Menurut Ade, belum lama ini telah dilakukan pertemuan koordinasi yang dihadiri Kapospol Pabuaran, Kasi Trantib, Asper Lengkong, Polter, Mantri Hutan, LMDH, sekretaris desa, Babinsa, serta tokoh masyarakat, untuk membahas penanganan jalan di kawasan Leuweung Panjang.

Baca Juga: Proyek Geothermal Gunung Halimun Ditolak Warga Sirnarasa, Bupati Sukabumi: Itu Program Pusat.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha UPTD Sagaranten, Ami Amelia, saat dikonfirmasi secara terpisah, membenarkan bahwa jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. “Itu adalah ruas jalan Citampian–Sukajaya yang menghubungkan Desa Sukajaya dengan Desa Bantarsari, serta ada juga ruas jalan Sukajaya–Pabuaran,” jelasnya.

Ami menambahkan, pihaknya telah mengusulkan penanganan perbaikan untuk ruas jalan tersebut dan mengakui bahwa jalan tersebut memang sudah beberapa kali mendapatkan penanganan pada tahun-tahun sebelumnya.

Warga berharap, usulan perbaikan tersebut segera direalisasikan agar akses transportasi, pelayanan kesehatan, dan roda perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan dengan lancar.

 

Berita Terkait
Berita Terkini