SUKABUMIUPDATE.com - Program Studi Kimia Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menetapkan Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, sebagai desa binaan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada 29 Januari 2026 ini merupakan bagian dari skema One Village One Department yang dijalankan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi serta didukung oleh Surat Keterangan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).
Kegiatan pengabdian diawali dengan pembinaan dan edukasi kepada siswa-siswi SMP Negeri 4 Pabuaran Sukajaya. Melalui kegiatan ini, Program Studi Kimia UMMI berupaya menanamkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan sejak dini. Edukasi disampaikan langsung oleh para dosen Program Studi Kimia dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks kehidupan sehari-hari siswa.
Baca Juga: DPRD Ungkap Pemprov Jabar Hentikan Bantuan untuk Sekolah Swasta Tahun 2026
Materi bertema kesehatan disampaikan oleh Devi Indah Anwar melalui topik “Vape dan Rokok: Keren di Awal, Bahaya di Akhir”, yang mengulas bahaya nikotin terhadap kesehatan remaja serta pentingnya upaya pencegahan perilaku merokok sejak usia sekolah. Sementara itu, Reni Mulyani memaparkan hasil pengukuran kualitas air dan kondisi sanitasi di Desa Sukajaya, sekaligus menekankan pentingnya ketersediaan air bersih bagi kesehatan masyarakat.
Materi “Kedaulatan Air” disampaikan oleh Dikdik Mulyadi dengan fokus pada pelestarian sumber daya air serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutannya. Adapun materi “Pengembangan Diri dan Ilmu Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari: Bioteknologi” disampaikan oleh Lela Laelatul M, yang membahas penerapan ilmu kimia dan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kegiatan edukasi di sekolah, tim Program Studi Kimia UMMI juga melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap tindak lanjut program pelatihan teknologi tepat guna yang sebelumnya dilaksanakan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Program tersebut meliputi pelatihan pembuatan dan pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) dari batang pisang, pembuatan kompos, serta ekoenzim yang telah diterapkan kepada masyarakat Desa Sukajaya.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Warga Sirnamekar Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Cikaso Sukabumi
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan program serta dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Hasilnya menunjukkan respons positif dari masyarakat dan pemerintah desa terhadap pelaksanaan program KKN UM Sukabumi. Pemerintah Desa Sukajaya juga berharap kegiatan KKN dan pengabdian masyarakat dari UM Sukabumi dapat kembali dilaksanakan sebagai bentuk kesinambungan kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
Melalui skema One Village One Department, Program Studi Kimia Universitas Muhammadiyah Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, berbasis keilmuan, dan berorientasi pada pemecahan persoalan nyata di masyarakat. Program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pengelolaan lingkungan di desa binaan. (adv)






