SUKABUMIUPDATE.com – Semangat menjaga bumi terasa kuat di Desa/Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi. Dalam momentum Hari Bumi Sedunia 2026, pemerintah desa bersama Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi menggelar aksi nyata bertajuk “Kekuatan Kita, Planet Kita”, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Perum Perhutani BKPH Lengkong, KPH Hanjuang Selatan, Kampung Selabatu, Kedusunan Tonjong ini tak sekadar seremoni. Beragam aksi konkret dilakukan, mulai dari penanaman pohon hingga bakti sosial berupa penyerahan kursi roda kepada warga yang membutuhkan untuk menegaskan bahwa kepedulian lingkungan berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.
Kepala Desa Kalibunder, Dede Latief atau yang akrab disapa Dela, menegaskan bahwa Hari Bumi harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif.
Baca Juga: Jalan Berlumpur dan Berdebu, Teror Truk Proyek Tol Bocimi Picu Kecelakaan di Cikujang
“Tema ‘Kekuatan Kita, Planet Kita’ menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar ada pada kebersamaan. Pemuda harus mengambil peran strategis sebagai penggerak perubahan dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas sosial,” ujar Dela kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (23/4/2026).
Ia juga mengapresiasi kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong.
Di sisi lain, KNPI Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa gerakan ini bukan agenda seremonial tahunan semata, melainkan langkah berkelanjutan yang akan terus dikembangkan. Organisasi kepemudaan ini berkomitmen mendorong generasi muda agar aktif terlibat dalam pelestarian lingkungan sekaligus kegiatan sosial.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah penanaman pohon dengan target ambisius mencapai 10.000 bibit hingga November 2026. Program ini dirancang berjalan dalam tiga kuartal. Jenis pohon yang ditanam pun beragam, mulai dari mahoni hingga tanaman produktif seperti alpukat, jeruk, mangga, serta aren endemik.
Baca Juga: Usai Audiensi di Kecamatan Cibadak, Pelapor Sengketa Lahan SPPG Minta Operasional Dapur Disetop
Pada tahap awal, sebanyak 3.000 bibit telah disiapkan, dan hampir 1.000 bibit berhasil ditanam dalam seremoni perdana menjadi langkah awal dari gerakan hijau yang lebih besar.
Kegiatan ini melibatkan banyak unsur, mulai dari Perum Perhutani, CDK Wilayah 3 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Forkopimcam Kecamatan Kalibunder, LPLHI, TP-PKK, BUMDes Unggul Mandiri, LMDH Desa Kalibunder, Koperasi Desa Merah Putih, Yayasan Bambu, himpunan mahasiswa, UPDRS Jampangkulon, hingga sejumlah lembaga pendidikan seperti SMAN 1 Kalibunder, SMPN 1 Kalibunder, MTs Nurul Islam, dan komunitas seni budaya.
Tak hanya bergerak di sektor lingkungan, Desa Kalibunder juga mulai menunjukkan potensi di bidang pariwisata. Dela mengungkapkan bahwa sejumlah destinasi lokal kini mulai dilirik Dinas Pariwisata.
Beberapa potensi unggulan yang dimiliki antara lain Situ Ciengang, Situ Bagendit, wisata religi di kawasan pegunungan Gunung Patat, hingga wisata arung jeram (tubing) di aliran Sungai Ciawiatali.
Baca Juga: Diprotes Warga! Aktivitas Truk Tanah Proyek Tol Bocimi Bikin Jalan Legoknyenang Berlumpur
“Alhamdulillah, Desa Kalibunder mulai dilirik Dispar. Bahkan, Kabid Destinasi sudah melakukan kunjungan penilaian beberapa waktu lalu,” tambahnya.
Melalui momentum Hari Bumi ini, seluruh elemen masyarakat diajak untuk tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran, bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi yang akan datang.



