SUKABUMIUPDATE.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu bencana tanah longsor di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Jampangtengah dan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (18/4/2026) malam.
Meski sempat lumpuh total, arus lalu lintas kini mulai kembali lancar dengan pemberlakuan sistem buka-tutup.
Peristiwa yang terjadi sekira pukul 22.00 WIB ini tersebar di empat titik, dengan dampak terparah berada di Kampung Bungur dan kawasan Tanjakan Dayang. Material tebing setinggi 2 meter dengan panjang mencapai 50 meter sempat menutup seluruh badan jalan.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, melaporkan bahwa tim gabungan dari Rescue Bina Marga Provinsi, TNI, Polri, dan relawan bekerja ekstra keras melakukan evakuasi material sejak malam kejadian.
"Proses evakuasi darurat tahap awal berhasil kami selesaikan pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB," ujar Dadi dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026) pagi.
Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Balas Blokade Pelabuhan oleh Amerika Serikat
Memasuki Minggu pagi, akses jalan yang menghubungkan Jampangtengah dan Lengkong tersebut sudah bisa dilalui kendaraan kembali. Namun, petugas di lapangan masih memberlakukan pengaturan arus lalu lintas secara bergantian.
"Arus lalu lintas saat ini sudah kembali lancar. Namun, pagi ini petugas masih menerapkan sistem buka-tutup karena proses pembersihan sisa material di pinggiran jalan masih terus dilakukan oleh pihak Bina Marga Provinsi," jelas Dadi.
Pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kendati demikian, alat berat masih disiagakan di lokasi untuk memastikan pembersihan tuntas dan meminimalisir risiko bagi pengendara.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi Tanjakan Dayang dan Kampung Bungur. Kondisi tebing yang masih labil pasca-longsor serta sisa material yang licin menuntut kewaspadaan ekstra, terutama jika hujan kembali turun.
"Kami meminta pengendara tetap sabar mengantre saat sistem buka-tutup diberlakukan dan selalu waspada terhadap potensi longsor susulan," tutupnya.





