SUKABUMIUPDATE.com – Tragedi longsor yang merenggut nyawa seorang wanita penghuni kos di Kampung Griya Sukamaju RT 01 RW 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, kini memasuki tahap penanganan lanjutan.
Di balik duka mendalam yang menyelimuti lokasi kejadian, aparat kepolisian mulai menyoroti aspek penting yang tak kalah krusial: kelayakan bangunan kos-kosan yang terdampak longsor.
Waka Polres Sukabumi Kota, Kompol Fajri Anbiyaa, menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menewaskan satu orang tersebut, sekaligus mengungkapkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Bejat! Lansia 72 Tahun Tega Hamili Gadis 13 Tahun Asal Kebonpedes Sukabumi
“Sebelumnya kami mengucapkan bela sungkawa dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban akibat tanah longsor, kemudian kami tadi sudah melakukan bersama-sama dengan bapak Dandim, Danramil, ibu Camat dan seluruh warga juga bahwa memang ini ditakutkan akan terjadi kembali kejadian yang sama,” ujar Kompol Fajri.
Situasi yang dinilai masih rawan membuat aparat bergerak cepat. Sekitar 10 pintu kos yang berada di sekitar lokasi diminta segera dikosongkan demi keselamatan penghuni.
“Maka langkah yang kami lakukan memberikan imbauan kepada seluruh penghuni dari koran yang sekitar 10 pintu ini agar pindah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kemudian kami juga akan menempatkan personil di sini untuk melakukan pengamanan terhadap kos-kosan yang ditinggalkan dan masih menyimpan barang-barang berharga,” ucapnya.
Namun, perhatian tak berhenti pada penanganan darurat. Kepolisian memastikan akan mendalami aspek teknis bangunan yang diduga ikut berperan dalam memperparah dampak longsor.
“Untuk selanjutnya kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kelayakan pembangunannya sendiri ataupun hal-hal lain yang memang perlu dilakukan,” kata dia.
Baca Juga: Polisi Amankan 15.800 Butir OKT Siap Edar, Dua Pria Pengangguran Ditangkap di Baros Sukabumi
Langkah ini menjadi titik penting dalam mengungkap apakah bangunan kos tersebut telah memenuhi standar keamanan, terutama mengingat lokasinya berada di area yang rawan bencana.
Saat disinggung mengenai kemungkinan pemanggilan pemilik kos, Kompol Fajri menyebut hal tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut.
“Nanti kami akan laporkan ke Pimpinan dan nanti akan dilakukan tindakan lebih lanjut,” pungkasnya.
Hingga kini, lokasi kejadian masih dalam pengawasan aparat. Sementara itu, warga sekitar dihantui kekhawatiran akan potensi longsor susulan, terutama saat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Penyelidikan kelayakan bangunan diharapkan dapat memberikan kejelasan atas faktor penyebab tragedi ini, sekaligus menjadi evaluasi penting guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.





