SUKABUMIUPDATE.com – Keterbatasan sarana pendidikan menjadi sorotan utama dalam kegiatan Reses Kedua Tahun Sidang 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Junajah Jajah Nurdiansyah, di Madrasah Diniyah (MD) Miftahul Huda, Kampung Malang Tanjakan, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Rabu (3/6/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, pemuda, serta warga setempat itu, berbagai aspirasi mengemuka. Mulai dari persoalan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Namun, dari sejumlah usulan yang disampaikan warga, kondisi sarana pendidikan menjadi persoalan yang paling mendesak. Warga mengeluhkan minimnya ruang belajar sehingga satu bangunan sekolah harus digunakan secara bergantian oleh dua lembaga pendidikan.
Baca Juga: Kasus Kematian Lansia di Jampangkulon Masuk Meja Hijau, 7 Terdakwa Mengaku Bersalah
"Saat ini satu ruang kelas digunakan oleh dua sekolah. Pagi hari dipakai untuk kegiatan PAUD, sementara sore harinya digunakan Madrasah Diniyah. Kondisi ini tentu memprihatinkan dan menjadi kekhawatiran masyarakat," ujar Junanjah usai kegiatan reses.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan, pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas pembangunan. Menurutnya, keberadaan Madrasah Diniyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan pendidikan keagamaan generasi muda.
"Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Tadi banyak usulan yang disampaikan, namun kebutuhan sarana pendidikan menjadi salah satu yang paling mendesak. Aspirasi ini akan kami bawa dan sampaikan kepada Pak Bupati agar mendapat perhatian," tegasnya.
Baca Juga: Mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Ditahan Kejagung
Selain sektor pendidikan, warga juga mengusulkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang dinilai masih perlu pembenahan. Jalan yang memadai dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.
Di bidang kesehatan, masyarakat berharap adanya peningkatan fasilitas dan kemudahan akses pelayanan kesehatan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pelosok.
Junanjah memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD Kabupaten Sukabumi.
"Kami akan menampung seluruh aspirasi masyarakat dan mengawal setiap usulan agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan daerah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Di balik berbagai keterbatasan yang ada, Junanjah mengaku terharu melihat semangat masyarakat dalam mempertahankan keberlangsungan pendidikan. Bahkan, lahan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar tersebut merupakan tanah wakaf yang diberikan oleh seorang warga yang kini telah lanjut usia.
"Saya sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Ada orang tua yang sudah sepuh dengan ikhlas mewakafkan tanahnya demi masa depan anak-anak. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendukung dan memajukan pendidikan, termasuk pendidikan nonformal seperti Madrasah Diniyah," tuturnya. (adv)





