Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Balas Blokade Pelabuhan oleh Amerika Serikat

Sukabumiupdate.com
Minggu 19 Apr 2026, 07:15 WIB
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Balas Blokade Pelabuhan oleh Amerika Serikat

Ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz. | Foto: Google.

SUKABUMIUPDATE.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz, Sabtu (18/4/2026). Langkah drastis ini dinyatakan sebagai respons langsung atas blokade berkelanjutan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Melansir laporan Al Jazeera, IRGC menyatakan bahwa jalur perairan paling strategis di dunia tersebut kini kembali ke "kondisi sebelumnya" di bawah kendali penuh angkatan bersenjata Iran.

“Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke status semula. Jalur perairan strategis ini sekarang berada di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat angkatan bersenjata,” tulis komando gabungan IRGC sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim.

IRGC menegaskan bahwa pembatasan ini tidak akan berubah hingga Washington memulihkan sepenuhnya kebebasan pergerakan kapal yang menuju maupun keluar dari wilayah Iran.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Total, Harga Minyak Dunia Anjlok di Tengah Gencatan Senjata

Insiden Serangan dan Ketidakpastian Maritim

Tak lama setelah pengumuman tersebut, laporan gangguan di lapangan mulai muncul. Berdasarkan laporan CNN, sebuah kapal tanker dan sebuah kapal kontainer melaporkan adanya serangan saat mencoba melintasi selat tersebut pada hari Sabtu. Pihak militer Iran membenarkan adanya pembatasan kembali dengan alasan "pelanggaran kepercayaan yang berulang" oleh pihak AS.

Padahal, sehari sebelumnya (Jumat), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sempat menyatakan melalui platform X bahwa Selat Hormuz telah “sepenuhnya terbuka” bagi kapal komersial sebagai bentuk dukungan terhadap gencatan senjata di Lebanon.

Namun, data pelayaran menunjukkan kebingungan di laut. Hingga pukul 10:30 GMT Sabtu, meski ada delapan kapal tanker yang berhasil melintas, jumlah kapal yang sama memilih berputar balik dan meninggalkan Teluk Persia karena situasi yang dianggap tidak aman.

Baca Juga: Jusuf Kalla Tepis Tuduhan Penistaan Agama, Sentil Ade Armando dan Ade Darmawan

Diplomasi di Ujung Tanduk

Keputusan Iran ini memukul mundur optimisme Presiden AS, Donald Trump. Sehari sebelumnya, Trump sempat mengklaim bahwa kesepakatan damai untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran sudah "sangat dekat".

Meskipun merayakan pembukaan selat pada hari Jumat, Trump tetap bersikeras melanjutkan blokade hingga Iran menyetujui kesepakatan baru, termasuk terkait program nuklirnya.

“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya (gencatan senjata),” ujar Trump kepada wartawan di atas Air Force One mengenai perjanjian gencatan senjata sementara yang akan berakhir Rabu pekan depan. “Jika tidak ada kesepakatan, blokade berlanjut, dan sayangnya kami harus mulai menjatuhkan bom lagi.”

Di sisi lain, Teheran menuduh AS telah "mengkhianati" proses diplomasi. Iran menyatakan belum ada tanggal pasti untuk putaran pembicaraan damai berikutnya di Islamabad, Pakistan.

Baca Juga: Disdik Sukabumi Terapkan WFH Setiap Jumat, Kinerja ASN Dipantau Secara Daring

Situasi "Zona Abu-abu"

Spesialis pelayaran maritim dari Universitas Texas A&M, John-Paul Rodrigue, menyebutkan bahwa informasi yang saling bertentangan dari kedua belah pihak telah menciptakan ketakutan di sektor logistik global.

“Banyak kapal yang sudah mulai melintas akhirnya kembali karena situasinya tidak jelas. Ada informasi yang kontradiktif dari semua pihak yang terlibat,” jelas Rodrigue kepada Al Jazeera.

Sebagai informasi, konflik bersenjata ini bermula pada 28 Februari lalu saat AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, yang dibalas Teheran dengan serangan rudal ke Israel dan aset militer AS di kawasan. Perang saat ini sedang berada dalam masa jeda sejak 8 April berkat mediasi Pakistan, namun penutupan Selat Hormuz mengancam pecahnya kembali pertempuran skala besar.

Sumber: Tempo.co

Berita Terkait
Berita Terkini