Longsor di Sukalarang Renggut Nyawa, Petugas Evakuasi Korban Secara Manual

Sukabumiupdate.com
Kamis 16 Apr 2026, 22:09 WIB
Longsor di Sukalarang Renggut Nyawa, Petugas Evakuasi Korban Secara Manual

Penampakan rumah warga yang rusak usai diterjang longsor tebing 8 meter di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Kamis (16/4/2026) | Foto : P2BK

SUKABUMIUPDATE.com - Longsor di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, merenggut nyawa. Evakuasi pun berlangsung dramatis dengan keterbatasan alat. Petugas terpaksa menggunakan tangan kosong dan peralatan sederhana untuk mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan.

Dari informasi yang dihimpun, longsor di Kampung Griya Sukamaju terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, sementara petugas datang sekitar 30 menit setelah laporan dari warga. Korban berjenis kelamin perempuan ditemukan dalam kondisi tertimbun di dalam rumah, tepatnya di kamar mandi. 

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukalarang, Dindin, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tertimpa dinding rumah yang roboh akibat dorongan tanah dari tebing di belakang bangunan. Ia menjelaskan bahwa tekanan tanah mendorong tembok hingga jebol dan lebih dulu menghantam tubuh korban.

“Temboknya yang jebol, jadi rumahnya jebol. Tebingnya lebih tinggi dari atap. Yang duluan kena ke badan itu tembok karena terdorong tanah dari belakang. Kalau material longsoran tidak begitu banyak sebenarnya,” ungkapnya saat diwawancarai sukabumiupdate.com di RSUD R. Syamsudin SH, Kamis malam (16/4/2026).

Baca Juga: Korban Tertimbun di Kamar Mandi, BPBD Sukabumi Ungkap Tragedi Longsor di Sukalarang

Meski material tanah yang longsor tidak terlalu besar, dampaknya tetap fatal karena menghantam langsung struktur bangunan. Dindin memperkirakan volume tanah yang longsor hanya beberapa meter kubik. “Kalau material tanah paling sekitar 3 sampai 4 kubik, karena memang sedikit,” katanya.

Dalam proses evakuasi, petugas menghadapi kendala minimnya peralatan di lokasi kejadian. Mereka harus menggali material secara manual demi mempercepat penyelamatan korban. “Kendala karena memang tidak ada peralatan, kita hanya menggunakan tangan sama cangkul, jadi tidak maksimal. Bahkan ada rumput sampai kita luka-luka,” ujarnya.

Meski demikian, proses evakuasi berhasil dilakukan dalam waktu relatif singkat. “Proses evakuasi sekitar 30 menitan,” kata Dindin.

Diketahui, lokasi rumah korban berada di pinggir jalan perumahan sehingga akses menuju lokasi sebenarnya tidak mengalami kendala berarti. Namun, kondisi tebing yang berada tepat di belakang rumah menjadi faktor utama risiko longsor.

Diberitakan sebelumnya, longsor terjadi di wilayah Sukalarang dan menimpa rumah warga, menyebabkan satu orang meninggal dunia setelah tertimbun material dari tebing di belakang rumah.

Berita Terkait
Berita Terkini