SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras disertai angin dan petir yang terjadi pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB memicu ancaman longsor di Kampung Bantar Badak RT 05 RW 04, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) di belakang rumah warga dalam kondisi terancam longsor.
“Hujan deras menyebabkan TPT di belakang rumah milik warga terancam longsor dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 6 meter,” ujar Mawaldi, kepada Sukabumiupdate.com, Sabtu (18/04/2026).
Baca Juga: Api Muncul di Lantai 2 Ruang Treatment Laser, Kebakaran Klinik Kecantikan Cibadak
Ia menjelaskan, TPT tersebut berada di belakang rumah milik Saepul Rahman dan Isun Sunarti. Akibat kejadian ini, dua rumah yang dihuni tiga kepala keluarga atau delapan jiwa berada dalam kondisi terancam.
Mawaldi menuturkan, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut, dan warga juga tidak mengungsi. Sebagai langkah awal penanganan, bagian TPT yang rawan longsor ditutup sementara menggunakan terpal untuk mengurangi risiko.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pengecekan dan assessment ke lokasi kejadian. Bersama warga dan unsur terkait, petugas juga melakukan pembersihan material di sekitar area longsoran.
Baca Juga: Ironi di Balik Proyek Raksasa, Angka Stunting di Kabandungan Memprihatinkan
Sejumlah unsur turut hadir di lokasi, di antaranya Pemerintah Desa Pamuruyan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana kecamatan, serta perangkat RT dan RW setempat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan disertai angin dan petir,” katanya.
Untuk penanganan lebih lanjut, dibutuhkan material seperti bronjong, terpal, dan karung guna memperkuat struktur tanah dan mencegah longsor susulan. “Saat ini, kondisi TPT masih dalam penanganan sementara dengan penutupan terpal oleh pemilik rumah bersama warga setempat,” pungkasnya.






