Kehidupan Miskin Warga Sukabumi di Lingkaran Energi Panas Bumi

Sukabumiupdate.com
Kamis 16 Apr 2026, 13:52 WIB
Kehidupan Miskin Warga Sukabumi di Lingkaran Energi Panas Bumi

Area operasi PLTP Salak di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Bogor. | Foto: SEGS

SUKABUMIUPDATE.com - Di kaki Gunung Salak, tepatnya perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Bogor, aliran listrik dari panas bumi menghidupi jutaan rumah di Jawa-Madura-Bali (Jamali). Namun di lingkar terdekat proyek energi raksasa milik Star Energy Geothermal Salak, Ltd (SEGS) itu, kehidupan berjalan jauh dari kata sejahtera.

Atih (70 tahun), warga Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, masih tinggal di rumah berdinding bilik lapuk yang bocor saat hujan. Untuk kebutuhan dasar, ia dan keluarganya harus berkompromi dengan kondisi: memasak menggunakan kayu bakar, mandi dengan air dari selang tanpa penyaringan, hingga buang air besar di selokan.

Kondisi Atih diperkuat data Dinas Sosial (Dinsos) bahwa di Kalapanunggal dan Kabandungan, dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang terdekat dengan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak, mayoritas penduduknya masih berada dalam spektrum kemiskinan hingga menengah ke bawah yang belum sepenuhnya mampu.

Atih berada di rumahnya di Kampung Cibojong RT 25/09 Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. | Foto: SU/Oksa Bachtiar CamsyahAtih berada di rumahnya di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. | Foto: SU/Oksa Bachtiar Camsyah

Ironinya, di wilayah yang sama, uang dari sektor geotermal rutin mengalir dalam jumlah cukup besar. Bonus produksi panas bumi mencapai sepuluh hingga belasan miliar rupiah per tahun. Belum lagi dana bagi hasil, yang angkanya dapat menyentuh ratusan miliar per tahun, seolah-olah menjanjikan perubahan besar bagi warga di sekitarnya.

Laporan mendalam ini menemukan indikasi bahwa pemanfaatan dana lebih banyak terserap ke pembangunan fisik. Sementara sektor krusial seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi, diduga belum tersentuh optimal. Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang bahkan tidak tahu desanya menerima aliran rupiah tersebut.

Untuk melihat lebih rinci besaran uang dari tahun ke tahun, fakta kemiskinan, dan bagaimana posisi pemerintah daerah, baca laporan selengkapnya dalam artikel berjudul "Jejak Kemiskinan Lingkar Pembangkit Geotermal".

Berita Terkait
Berita Terkini