Luapan Sungai Cibuntu Picu Longsor, Distribusi Air Perumda TJM di Parungkuda-Parakansalak Terganggu

Sukabumiupdate.com
Selasa 02 Jun 2026, 17:08 WIB
Luapan Sungai Cibuntu Picu Longsor, Distribusi Air Perumda TJM di Parungkuda-Parakansalak Terganggu

Lokasi jaringan pipa transmisi Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi, yang terdampak longsor di wilayah Cipanengah, Kecamatan Parakansalak, Selasa (2/6/2026). (Sumber : Perumdam TJM).

SUKABUMIUPDATE.com - Distribusi air bersih Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi di sejumlah wilayah Kecamatan Parungkuda dan Parakansalak mengalami gangguan akibat longsor yang merusak jaringan pipa transmisi di wilayah Cipanengah.

Kepala Cabang Perumda TJM Parakansalak, Asep Ramdani, menjelaskan longsor dipicu oleh luapan Sungai Cibuntu yang terjadi dalam beberapa hari terakhir hingga menggerus area di sekitar jalur pipa transmisi.

"Jadi ini ada dua pipa dari Cibuntu, ukuran 8 inci dan 10 inci. Yang 8 inci untuk wilayah Parakansalak, sedangkan yang 10 inci untuk wilayah Parungkuda dan sebagian wilayah Parakansalak," ujar Asep, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Ijazah Madrasah Diniyah Jadi Syarat Masuk SD SMP, FKDT Apresiasi Pemkot Sukabumi

Menurutnya, longsor terjadi pada Senin (1/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Informasi mengenai kejadian tersebut baru diterima pihak Perumda pada Selasa sekitar pukul 05.00 WIB setelah dilakukan penelusuran akibat adanya gangguan distribusi air.

"Kalau informasi dari kepala desa, longsornya terjadi sekitar jam 11 malam. Kami mendapat informasi sekitar jam 5 pagi, lalu dilakukan penelusuran dan ternyata terjadi longsor," katanya.

Asep mengatakan kerusakan paling parah terjadi pada pipa transmisi berdiameter 10 inci yang menyuplai wilayah Cabang Parungkuda. Akibatnya, distribusi air ke sejumlah pelanggan di wilayah tersebut mengalami gangguan cukup signifikan.

Baca Juga: Sekolah Libur Saat Aksi 2.6.26 di Sukabumi, Pedagang Sempol Kehilangan Pelanggan

Sementara itu, untuk jalur pipa 8 inci yang melayani wilayah Parakansalak, kondisi masih relatif aman meski berada dalam kondisi rawan. Perumda saat ini membatasi aliran air karena khawatir terjadi kerusakan lebih lanjut pada jalur pipa yang terdampak.

"Kalau yang 8 inci masih aman, air masih mengalir. Namun kami matikan sementara saat pemasangan penyangga karena khawatir ambruk lagi apabila debit sungai meningkat," jelasnya.

Saat ini Perumda TJM tengah melakukan penanganan darurat dengan memasang penyangga pada jalur pipa yang terdampak. Selain itu, pihaknya juga berencana merelokasi jalur pipa sekitar 25 meter dari lokasi saat ini dan membangun jembatan pipa sementara agar distribusi air kepada pelanggan tetap terjaga.

Baca Juga: 3 Maling Motor Modus Kunci T Dibekuk saat Operasi Jaran Lodaya 2026 di Sukabumi

"Kami sedang berupaya supaya air tetap mengalir ke konsumen sambil merelokasi jalur pipa yang baru," ujarnya.

Asep menyebut wilayah terdampak di Kecamatan Parungkuda meliputi Desa Bojongkokosan, Langensari, Parungkuda dan Sundawenang. Sedangkan di Kecamatan Parakansalak, gangguan dirasakan hampir seluruh wilayah dari Bojonglongok ke bawah.

Meski demikian, Perumda TJM tidak menyiapkan distribusi air menggunakan mobil tangki karena pasokan air masih tersedia meski tidak maksimal. Sebagian pelanggan masih mendapat suplai dari sumber lainnya sehingga kebutuhan dasar air bersih masih dapat terpenuhi.

Pihaknya berharap pelanggan dapat bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Menurut Asep, gangguan yang terjadi merupakan dampak dari faktor cuaca dan kondisi alam yang berada di luar kendali.

"Kami mohon pelanggan bersabar. Ini akibat faktor cuaca dan alam. Kami berupaya mempercepat pekerjaan agar distribusi air kembali normal secepatnya," pungkasnya. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini