SUKABUMIUPDATE.com - Massa aksi 2626 merespon Jawaban Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki atas tuntutan yang disampaikan secara terbuka di Balai Kota, Selasa (2/6/2026). Koordinator aksi sekaligus Ketua RW 08 Kelurahan Gunungparang, Arif Rahman Arifin, mengatakan gerakan tak hanya berasal dari perwakilan RT dan RW, tetapi juga berbagai elemen masyarakat yang mendukung.
"Yang pasti ini dari RT RW yang hadir hampir 1.200 orang. Ada dari kawan-kawan Posyandu, Karang Taruna, ormas, LSM, LBH," ujar Arif kepada sukabumiupdate.com di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2026).
Arif menegaskan forum RT/RW tetap mempertahankan lima tuntutan utama yang sebelumnya telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Tuntutan tersebut meliputi keberlanjutan Program Pemberdayaan RT dan RW (P2RW), dana kelurahan yang tidak dikontraktualkan, pencairan insentif RT/RW tepat waktu, realisasi dana abadi dari dana pribadi sesuai janji wali kota, serta permintaan maaf atas pernyataan yang dinilai menyinggung keberadaan forum RT/RW.
Baca Juga: Warga Bantarkalong Resah, Limbah SPPG Diduga Sebabkan Bau Menyengat dan Gatal-Gatal
"Artinya tuntutan kita P2RW berkelanjutan, terus dana kelurahan tidak dikontraktualkan, terus insentif yang tepat waktu, terus dana abadi itu direalisasikan dari dana pribadi bukan dari APBD, sesuai janji dia sampai bersumpah," kata Arif.
Ia juga menyebut tuntutan kelima berkaitan dengan permintaan maaf dari Ayep Zaki atas pernyataan yang menyebut forum RT/RW tidak berbadan hukum. Arif menilaiapa yang disampaikan wali kota tidak menjawab inti dari tuntutan massa aksi 2.6.26.
"Hasil tadi kesepakatan jawaban dari wali kota itu nggak nyambung. Apa yang dia sampaikan, kita sudah tahu sebetulnya jawabannya," ungkapnya.
Menurut Arif, forum RT/RW tidak ingin lagi terjebak pada janji-janji yang dinilai belum terealisasi. Karena itu, massa aksi kini mendorong DPRD Kota Sukabumi mengambil langkah politik yang lebih tegas terhadap wali kota, yaitu hak angket.
Baca Juga: Kisah Pilu Atin, Lansia di Ciracap Sukabumi Tertimpa Pecahan Batu Saat Bekerja
Diberitakan sebelumnya, aksi 2.6.26 mengajukan sembilan gugatan kepada Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Dalam pertemuan dengan perwakilan massa, Ayep Zaki telah menyampaikan tanggapan terhadap berbagai tuntutan tersebut.
Usai berunjuk rasa di Balai Kota, massa aksi juga fokus ke DPRD Kota Sukabumi. Hingga malam, sejumlah perwakilan massa aksi masih bertahan di posko yang didirikan di jalan Djuanda,depan Balai Kota Sukabumi.






