Ganggu Aktivitas Nelayan, Limbah Kayu Tutupi Pantai Ujunggenteng Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Senin 19 Jan 2026, 11:34 WIB
Ganggu Aktivitas Nelayan, Limbah Kayu Tutupi Pantai Ujunggenteng Sukabumi

Penampakan tumpukan limbah kayu di sempadan pantai Ujunggenteng, Kabupatenn Sukabumi. Senin (19/1/2026). (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi pesisir Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi pada Senin (19/1/2026) nampak dipenuhi limbah kayu berbagai ukuran. Hal itu diakibatkan cuaca ekstrem serta gelombang tinggi yang terjadi sejak beberapa hari kebelakang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tumpukan limbah kayu tersebut berada tepat di tepian Pantai Ujunggenteng tempat perahu nelayan bersandar kawasan Kokoncong tepatnya di area hutan lindung Tenda Biru. Menurut warga, limbah kayu tersebut merupakan limbah kiriman yang terbawa arus dari hulu sungai dan pesisir.

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka, mengatakan bahwa hujan lebat disertai angin kencang dan ombak pasang menyebabkan banyak limbah kayu terseret ke laut dan menumpuk di sepanjang pesisir pantai.

Baca Juga: Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang Sedalam 200 Meter Puncak Bulusaraung

“Kurang lebih selama satu minggu terakhir hujan terus turun, ditambah angin kencang dan ombak pasang. Akibatnya banyak limbah tumbuhan seperti bambu, kayu gelondongan, dan ranting pohon yang terbawa arus dan berserakan di perairan Ujunggenteng,” ujar Asep Jeka kepada Sukabumiupdate.com, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan limbah tersebut cukup mengganggu aktivitas nelayan, khususnya di lokasi bersandar perahu. Beberapa perahu nelayan terpaksa berhati-hati saat keluar masuk karena khawatir baling-baling atau badan perahu tersangkut kayu dan bambu.

Meski demikian, sebagian limbah kayu dan bambu yang terdampar di pesisir telah diangkut oleh warga untuk dimanfaatkan untuk kayu bakar. “Yang bisa dimanfaatkan, warga sudah mengangkut sebagian untuk kayu bakar. Tapi masih banyak juga yang mengapung di perairan,” katanya.

Atas fenomena tersebut, pihaknya berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk membantu penanganan limbah tersebut, agar tidak mengganggu aktivitas nelayan serta menjaga kebersihan dan keselamatan di kawasan pesisir Pantai Ujunggenteng.

Berita Terkait
Berita Terkini