Potret Jalan Rusak di Sukabumi: Lansia 80 Tahun Harus Ditandu Warga Saat Hendak Berobat

Sukabumiupdate.com
Senin 09 Mar 2026, 21:10 WIB
Potret Jalan Rusak di Sukabumi: Lansia 80 Tahun Harus Ditandu Warga Saat Hendak Berobat

Tangkapan layar menunjukan warga sedang menandu pasien lansia di Tegalbuleud Sukabumi menuju fasilitas kesehatan. Minggu (8/3/2026). (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.com – Kondisi jalan rusak di Kabupaten Sukabumi kembali menyulitkan mobilitas warga. Seorang pasien lansia bernama Saji (80), warga Kampung Cilandak, Desa Bangbayang, Kecamatan Tegalbuleud, harus ditandu menggunakan kain sarung dan bambu menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Peristiwa memilukan itu direkam melalui kamera telepon genggam warga. Dalam video tersebut terlihat beberapa warga menandu pasien melintasi jalan berbatu sejauh kurang lebih 4 kilometer di bawah terik matahari pada pertengahan bulan suci Ramadan, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepada sukabumiupdate.com, Abdul Hanan (23), cucu dari Saji, menceritakan bahwa kakeknya mengeluhkan sakit gatal dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Namun, kondisi ruas jalan kabupaten Bangbayang–Cibugel yang rusak parah membuat kendaraan tidak dapat masuk ke kampung sehingga warga terpaksa menandu pasien menuju jalan yang bisa dilalui kendaraan.

“Jalannya rusak berat, kendaraan tidak bisa masuk ke kampung. Jadi warga terpaksa menandu kakek saya sampai ke jalan yang bisa dilewati mobil,” ujar Abdul Hanan kepada Sukabumiupdate.com, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Faktor Cuaca Jadi Penentu, Jalur Fungsional Tol Bocimi Seksi 3 Bisa Ditutup Saat Hujan Deras

Perjalanan sekitar empat kilometer tersebut dilakukan secara gotong royong oleh warga. Mereka berjalan kaki melewati jalan berbatu dan berlumpur sambil memanggul tandu menuju Kampung Ciparapat sebelum akhirnya pasien dijemput ambulan Desa Bangbayang menuju RS Jampangkulon.

Menurut Abdul Hanan, peristiwa warga menandu pasien bukan kali pertama terjadi di kampung tersebut. Kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun membuat warga beberapa kali harus melakukan hal serupa ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan medis dengan cepat.

“Sudah beberapa kali seperti ini. Kalau ada yang sakit, warga harus ditandu dulu sampai ke jalan yang agak bagus supaya bisa dijemput kendaraan,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki ruas jalan Bangbayang–Cibugel yang menjadi akses utama masyarakat. Selain menyulitkan aktivitas sehari-hari, kerusakan jalan juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama dalam kondisi darurat seperti saat membawa pasien sakit.

Bagi warga Kampung Cilandak, jalan yang layak bukan sekadar soal kemudahan transportasi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan akses terhadap layanan kesehatan yang cepat. Hingga kini, mereka masih menunggu perhatian pemerintah agar penderitaan yang berulang ini tidak terus terjadi.

Berita Terkait
Berita Terkini