SUKABUMIUPDATE.com – Peristiwa duka dialami pasangan suami istri (pasutri), Ujang Suryana (33) dan Fitri Andriayani (26), warga Kampung Lamping RT 02/09, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Bayi mereka meninggal dunia akibat terlambat mendapatkan penanganan medis karena akses jalan kabupaten menuju wilayah tersebut rusak parah.
Kondisi jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat membuat proses evakuasi terhambat. Setelah melahirkan, Fitri mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera. Namun, warga terpaksa menandu Fitri sejauh kurang lebih 3 kilometer untuk mencapai titik yang bisa dijangkau kendaraan menuju fasilitas kesehatan.
Peristiwa bermula ketika Fitri merasakan sakit hebat usai persalinan di rumah. Ujang yang panik segera berusaha mencari bantuan medis. Akan tetapi, hujan yang turun membuat jalan sepanjang sekitar 30 kilometer menjadi licin dan tidak memungkinkan dilalui mobil.
"Karena jalannya tidak dapat dilalui mobil karena cuaca licin dan hujan, akhirnya (istri) ditandu warga. Jaraknya lumayan jauh, sekitar tiga kilo untuk sampai ke jalan yang rata," ujar Ujang saat ditemui di kediamannya. Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: Hujan Deras Picu Tebing 10 Meter Longsor Menutup Jalan Bojongjengkol-Miramontana Sukabumi
Namun, saat kendaraan akhirnya tiba di lokasi penjemputan, bayi pasangan tersebut sudah meninggal dunia. Bayi itu diketahui hanya bertahan hidup selama satu jam setelah dilahirkan di rumah.
"Lahir jam 11, meninggal jam 12. Saya sempat cari ambulans atau mobil, namun karena struktur jalan jadi terlambat. Pas sampai rumah, anak saya sudah meninggal. Saya sangat terpukul, jalan ini menghambat kami ke rumah sakit," tuturnya.
Warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan rusak tersebut bukan hal baru. Jalan kabupaten di wilayah itu disebut telah mengalami kerusakan berat selama lebih dari dua dekade tanpa perbaikan berarti.
Dalam kondisi tertentu, terutama saat musim hujan, warga mengaku harus menandu orang sakit karena kendaraan, bahkan sepeda motor, sulit melintasi medan jalan yang rusak.
Kondisi jalan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Sukabumi yang sulit dilalui kendaraan.
Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Ujang. Ia berharap pemerintah daerah segera memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayahnya agar kejadian serupa tidak terulang.
"Jangan sampai terulang lagi kayak gini, cukup saya saja sama keluarga saya yang mengalami. Yang lainnya jangan sampai," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial Facebook memperlihatkan seorang ibu pascamelahirkan harus ditandu menggunakan bambu dan kain sarung menuju fasilitas kesehatan akibat kondisi jalan rusak yang tidak dapat dilalui kendaraan.
Baca Juga: Melalui Skema Afirmasi, Kemenag Usulkan 630 Ribu Guru Madrasah Swasta Jadi P3K
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Cidahu, Kampung Lamping, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (5/2/2026) pagi.
Kepada sukabumiupdate.com, Galih (25), warga setempat sekaligus pengunggah video, mengatakan pasien yang ditandu merupakan seorang ibu warga setempat yang membutuhkan penanganan medis segera setelah mengalami kontraksi usai melahirkan di rumahnya pada Rabu (4/2/2026).
“Itu abis melahirkan kemarin, karena mengalami kontraksi kembali dan pada akhirnya dibawa ke rumah sakit, karena kondisi jalan rusak makanya ditandu menuju kendaraan, itu tadi pagi kejadiannya,” ujar Galih, Kamis (5/2/2026).





