1 Orang Dikabarkan Tewas dan Bangunan Runtuh Pasca Gempa M 7,8 Guncang Filipina

Sukabumiupdate.com
Senin 08 Jun 2026, 11:39 WIB
1 Orang Dikabarkan Tewas dan Bangunan Runtuh Pasca Gempa M 7,8 Guncang Filipina

Ilustrasi gempa bumi di Filipina. | (Sumber : Pixabay.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang lepas pantai selatan Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pagi.

Dihimpun dari Nikkei Asia, seorang petugas kepolisian di Kota General Santos Filipina, wilayah yang berada paling dekat dengan pusat gempa, menyebutkan terdapat korban jiwa serta kerusakan terjadi akibat guncangan kuat tersebut. 

"Satu orang tewas dan banyak bangunan di sekitar kota, termasuk sebuah sekolah dan beberapa rumah, runtuh,"  ujar Sersan Mayor Robert Dagon.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 07.41 waktu setempat itu terlihat di media sosial beredar sejumlah video yang diklaim memperlihatkan sekolah, toko, dan perkantoran yang ambruk di Kota General Santos, sekitar 1.050 kilometer di selatan Manila. Namun, rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. 

Sementara itu hasil pemodelan BMKG menunjukkan adanya potensi tsunami di beberapa wilayah Indonesia, dimana episenter gempabumi terletak pada titik koordinat 5,80° LU ; 125,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 Km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 47 km.

Menanggapi bencana tersebut, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di wilayah terdampak di Pulau Mindanao, bertepatan dengan hari pertama tahun ajaran baru.

"Pemerintah pusat sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao. Saya terus berkomunikasi dengan kantor-kantor regional serta para kepala daerah di lapangan," kata Marcos dalam pernyataannya.

Filipina dan Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yaitu jalur seismik aktif yang membentang dari Amerika Selatan hingga wilayah timur jauh Rusia. Letak geografis tersebut membuat kedua negara kerap mengalami ratusan gempa bumi setiap tahunnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini