SUKABUMIUPDATE.com - Mami Maki Saybi (29), warga Kampung Bojong Kopi RT 15/03, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban pencurian dengan kekerasan di Jalan Parungkuda-Parakansalak, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat korban bersama istrinya dalam perjalanan dari rumah menuju Pasar Parungkuda. Ia mengatakan kondisi jalan saat itu gelap dan sepi.
“Tiba-tiba ada motor dari arah yang sama memepet saya. Mereka berboncengan, yang dibonceng langsung mengayunkan golok,” ujar Mami kepada sukabumiupdate.com, Rabu (18/2/2026).
Korban yang mengendarai Honda Vario 125 warna putih bernopol F 2995 OQ berusaha melarikan diri dengan mempercepat kendaraan. Namun pelaku yang menggunakan Yamaha Vixion mengejar sekitar 50 meter.
“Saya sempat kabur, tapi kondisi jalan sulit untuk melaju cepat. Tiba-tiba terasa saja sabetan di punggung,” katanya.
Meski terkena bacokan, Mami mengaku masih bisa mengendalikan motornya. Namun tak lama kemudian motor yang dikendarainya seperti ditendang hingga ia dan istrinya terjatuh.
“Saat itu belum langsung jatuh setelah dibacok. Saya masih bisa jalan, tapi kemudian seperti ditendang dan kami berdua jatuh,” ungkapnya.
Baca Juga: Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sukabumi Pasca Long Weekend Imlek 2026
Setelah korban terjatuh, pelaku mengambil sepeda motor tersebut. Mami sempat mencabut kunci kontak untuk mengulur waktu. Namun karena pelaku meminta paksa dan ia takut kembali dibacok, kunci akhirnya diserahkan.
“Saya lemparkan saja kuncinya karena takut dibacok lagi. Motor langsung dibawa kabur. Barang lain tidak ada yang diambil,” ujarnya.
Usai kejadian, korban mencoba meminta pertolongan kepada pengendara yang melintas, namun tidak ada yang berhenti. Ia kemudian berjalan bersama istrinya menuju tempat yang lebih terang dan menghubungi keluarga untuk dijemput.
Korban sempat mendapatkan perawatan di Klinik Bebita. Ia mengalami luka sabetan di bagian punggung dan mendapat tiga jahitan. Saat ini kondisinya telah mendapat penanganan medis.
Mami mengaku sempat mendatangi Polsek Bojonggenteng pada hari kejadian. Namun karena lokasi peristiwa masuk wilayah hukum Parungkuda, ia diarahkan untuk membuat laporan ke Polsek Parungkuda.
“Waktu itu saya masih syok, jadi baru hari Selasa saya melapor. Alhamdulillah sudah ada tanggapan,” katanya.
Kapolsek Parungkuda AKP Erman membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan korban datang melapor pada Selasa siang dan menyebut kejadian berlangsung pada Minggu dini hari.
Baca Juga: Tingkat Kepuasan Publik 95,5 Persen, KDM: Itu Cerminan Kecintaan Warga, Bukan Keberhasilan
“Setelah menerima laporan, unit Reskrim Parungkuda melakukan penyelidikan dengan mengecek lokasi kejadian dan memeriksa saksi-saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut,” ujar Erman.
Ia menambahkan, hingga kini proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap peristiwa tersebut.






