Landmark Alun-Alun Gadobangkong Rungkad, Pemkab Sukabumi Siapkan Perbaikan

Sukabumiupdate.com
Rabu 18 Feb 2026, 14:28 WIB
Landmark Alun-Alun Gadobangkong Rungkad, Pemkab Sukabumi Siapkan Perbaikan

Kondisi memprihatinkan landmark tulisan raksasa Alun-alun Gadobangkong di Palabuhanratu Sukabumi yang rungkad, Rabu (18/2/2026). (Sumber Foto: SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi Alun-alun Gadobangkong di Jalan Kidang Kencana, Palabuhanratu, yang menjadi ikon baru Kabupaten Sukabumi, semakin memprihatinkan. Setelah sempat menjadi sorotan publik imbas viralnya kerusakan ornamen penyu raksasa, kini sejumlah bagian lain di kawasan ini juga mengalami kerusakan yang cukup serius.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (18/2/2026), kerusakan paling mencolok terlihat pada landmark bertuliskan "ALUN ALUN GADOBANGKONG". Huruf-huruf raksasa berwarna merah tersebut tampak 'rungkad' terlepas dari dudukannya dan tergelimpangan di lantai. Beberapa bagian huruf juga terlihat pecah dan berantakan, menyisakan material yang tak lagi utuh di area pedestrian.

Selain itu, area deck selfie yang menjadi spot favorit pengunjung juga rusak sehingga tidak dapat digunakan karena dinilai membahayakan keselamatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengakui kondisi tersebut dan memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan perbaikan.

"Sebetulnya dari pihak pemerintah provinsi sudah diserahkan ke kabupaten waktu itu. Memang ada catatan khusus, mungkin dalam pengerjaan masih ada yang belum sempurna. Setelah diserahterimakan, kita terima dan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup untuk pengurusannya," ujar Ade kepada sukabumiupdate.com di lokasi.

Baca Juga: Aksi Bersih Pantai di Palabuhanratu, Bupati Sukabumi Soroti Pentingnya Kebersihan Pesisir

Ia menjelaskan, faktor cuaca pesisir menjadi salah satu penyebab cepatnya kerusakan fasilitas. Angin laut yang kencang serta kondisi lingkungan pantai dinilai mempercepat pelapukan material.

"Di pinggir pantai kan anginnya berbeda. Sekarang bisa dilihat, merek-mereknya juga pada hancur. Mau tidak mau ke depan, tadi sudah ngobrol dengan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, kita akan perbaiki kembali karena itu merupakan ikon Kabupaten Sukabumi untuk wisata," tegasnya.

Ade menambahkan, proses serah terima aset dilakukan pada akhir 2024, bertepatan dengan masa transisi kepemimpinan Bupati Sukabumi. Untuk langkah konkret, Pemkab Sukabumi dalam waktu dekat akan menggelar rapat evaluasi guna memetakan titik-titik kerusakan yang paling krusial.

"Seperti deck selfie ini harus segera diperbaiki, karena kita juga tidak berani naik ke atas. Termasuk merek-mereknya yang harus diperbaiki. Saya juga berharap kebersihan tetap dijaga," jelasnya.

Baca Juga: Patung Penyu Gadobangkong, Kasatpol PP Sukabumi: Foto Boleh, Jangan Diduduki Nanti Rusak Lagi!

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa pihaknya baru menerima pelimpahan kewenangan pengelolaan kawasan Alun-alun Gadobangkong dari Dinas Lingkungan Hidup.

"Ya, hari ini saya baru terima penugasan ya untuk pelimpahan dari DLH ke Dinas Perkim. Nah barusan sudah dapat arahan dari pimpinan, mudah-mudahan ini segera akan kita lakukan penataan," kata Sendi.

Ia memastikan, saat ini kawasan Alun-Alun Gadobangkong sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan akan ditata ulang secara bertahap.

"Yang pertama dijaga K3-nya, ketertiban, keselamatan, dan kebersihannya. Wilayah kita akan lebih cantik bukan hanya oleh pemerintah saja, tapi harus ada kontribusi dari masyarakat," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini