SUKABUMIUPDATE.com - Seorang gadis bernama Vika Intan Saputri (19 tahun), warga Kampung Cimuncang, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan hilang sejak akhir pekan lalu. Hingga Senin (5/1/2026), keluarga belum mengetahui keberadaan sang anak.
Ayah Vika, Joni (43 tahun), menuturkan, peristiwa itu bermula pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 06.10 WIB, Vika berangkat kerja seperti biasa. Ia kembali ke rumah sekitar pukul 15.00 WIB dan menyampaikan kepada ibunya bahwa ingin menginap di kosan temannya karena ada acara bakar-bakar untuk merayakan ulang tahunnya.
“Dia bilang ke mamanya mau nginep satu malam. Kata ibunya suruh bilang ke saya, ya ngineplah, mungkin cuma nginep aja gitu satu hari satu malam,” ujar Joni.
Keesokan harinya, Minggu pagi, keluarga kembali menghubungi Vika. Komunikasi masih sempat terjalin meski tidak lancar. Vika kemudian menyampaikan akan menginap satu malam lagi dan berencana langsung masuk kerja pada Senin. Namun setelah itu, komunikasi dengan orang tua terputus.
“Terakhir komunikasi hari Minggu itu sekitar setengah dua belas siang. Setelah itu sudah tidak bisa dihubungi lagi,” katanya.
Baca Juga: 5 Tahun Pascabencana, Penyintas Pergerakan Tanah Pasirsuren Hidup Tanpa Kepastian Relokasi
Meski tidak merespons pesan dari orang tua, Vika diketahui masih sempat berkomunikasi dengan temannya pada Senin pagi sekitar pukul 06.15 WIB. Dalam pesan tersebut, Vika menyampaikan izin tidak masuk kerja hari itu. Pesan itu kemudian diteruskan oleh temannya kepada keluarga.
“Sama orang tuanya tidak pernah dibalas, tapi ke temannya masih sempat chat. Katanya mau izin dulu tidak masuk kerja,” ucap Joni.
Berdasarkan keterangan temannya itu, Vika sebelumnya berpamitan dari rumah dengan alasan menginap di kosan dekat tempat kerjanya. Namun kepada teman kosannya, Vika menyebut akan pergi ke wilayah Kota Sukabumi, tepatnya ke wilayah Cikole. Teman Vika mengaku sempat membantu memesankan transportasi online dan mengantar Vika hingga sebuah minimarket sebelum melanjutkan perjalanan.
“Ica bilang, Vika pesan grab dan bilang mau ke Sukabumi Cikole. Setelah itu berangkat sendiri,” katanya.
Joni menjelaskan, anaknya dikenal pendiam dan tidak pernah pergi tanpa pamit. Bahkan setiap berangkat kerja, Vika selalu berpamitan kepada orang tua dan adiknya. Ia juga jarang bepergian sendiri karena takut menggunakan kendaraan.
“Ke Cicurug atau Parungkuda saja biasanya tidak mau sendiri. Makanya kami kaget, kok sekarang berani naik grab,” ujarnya.
Menurutnya, tidak ada perubahan perilaku pada diri Vika sebelum menghilang. Hubungan keluarga dalam kondisi baik dan tidak ada tekanan dari orang tua. Vika terakhir berangkat kerja dari rumah dalam keadaan normal.
“Tidak ada masalah keluarga, tidak ada keluhan apa-apa. Berangkat kerja juga biasa saja,” katanya.
Ciri-ciri Vika memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter, rambut lurus, dan saat terakhir terlihat mengenakan jilbab coklat, kaos hitam lengan panjang, serta celana jeans warna abu-abu. Dari rumah, Vika membawa telepon genggam, charger, dan tas pribadinya.
Baca Juga: Sakit, Rawat Sendiri dan Ingin Pulang: Nasib TKW Sukabumi di Shanghai Ditangan KJRI
Terkait ponsel, ayah Vika menyebut sejak Minggu sore ponsel milik Vika mulai tidak aktif. Meski sempat beberapa kali aktif singkat, panggilan tidak pernah tersambung.
“Sempat aktif sebentar itupun telepon biasa bukan telepon WA, tapi kalau ditelpon langsung sibuk. Tidak sampai berdering,” ujarnya.
Upaya pencarian terus dilakukan keluarga dengan mendatangi agen travel di Sukabumi, karena dikhawatirkan Vika melanjutkan perjalanan ke luar kota. Keluarga juga mencoba melacak kartu seluler yang digunakan Vika dengan mendatangi galeri operator.
Selain itu, laporan orang hilang telah dibuat ke pihak kepolisian. Polisi juga telah memeriksa Ica sebagai saksi terkait pemesanan transportasi online yang digunakan Vika sebelum menghilang.
“Kami berharap anak kami cepat ketemu, ada titik terang. Paling penting sekarang bisa komunikasi dulu,” tutur Joni.
Ia pun meminta bantuan masyarakat apabila memiliki informasi terkait keberadaan putrinya. “Kalau ada yang tahu atau melihat, tolong kabari kami,” pungkasnya.
Bagi yang melihat atau mengetahui keberadaan Vika, keluarga berharap agar segera memberi tahu keluarga melalui nomor whatsApp 0896-5773-5809 atau segera menghubungi kantor kepolisian terdekat.





