SUKABUMIUPDATE.com – Penemuan jenazah D (48 tahun) seorang penjaga sekolah yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung tepat di belakang Sekolah di wilayah Kampung Cikoneng, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi kemarin menyisakan pertanyaan publik, pasalnya D ditemukan sambil menggenggam secarik kertas di tangan kirinya.
Ketua RT setempat, Asep, mengatakan bahwa penemuan jenazah bermula saat seorang saksi melihat korban sudah dalam posisi tergantung. Saksi tersebut kemudian memberi tahu warga lainnya.
“Jadi warga juga tahunya sudah ngegantung aja, ada saksi yang lewat terus nengok, lihat itu (korban) langsung ngasih tahu ke warga di sini. Saya juga nggak berani langsung lihat ke lokasi, tapi ngabarin ke warga yang lain dulu, baru dicek,” ujar Asep pada Senin (2/2/2026).
Dalam kejadian tersebut, petugas menemukan secarik kertas yang diduga surat wasiat berada di tangan kiri korban. Namun, isi surat tersebut tidak diketahui oleh warga karena langsung ditangani pihak kepolisian.
Baca Juga: Seorang Pemuda Babak Belur Usai Kepergok Curi Tembaga di Pabrik Kosong Bantargadung
“Iya, surat wasiat ada di tangannya, cuman kalau isinya saya nggak tahu soalnya nggak dibuka, itu Polsek yang berwenang,” ungkapnya.
Asep juga menyebutkan bahwa pihak keluarga korban diduga belum mengetahui keberadaan surat wasiat tersebut. Pasalnya, keluarga korban diketahui berada di luar daerah.
“Sepertinya nggak, soalnya kan keluarganya di Garut, istri sama anaknya di Garut. Korban di sini cuma sendiri, nggak ada keluarga,”
Menurut informasi yang diterima warga, jenazah korban rencananya akan dibawa ke Kabupaten Garut untuk diserahkan kepada pihak keluarga. “Informasinya jenazah mau dibawa ke Garut,” tambah Asep.
Terkait surat wasiat, Asep menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti isi surat tersebut. Ia hanya melihat korban memegang kertas, yang kemudian ditangani oleh petugas kepolisian.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Warga Sirnamekar Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Cikaso Sukabumi
“Kalau masalah surat wasiat saya nggak mengetahui persis isi suratnya. Yang saya tahu korban pegang kertas aja. Waktu dibuka sama polisi juga langsung ditutup lagi,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Cikoneng, Rt/01/16, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi tergantung tepat di belakang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sentral pada Minggu (1/2/2026) sekira pukul 13:00 Wib.
Berdasarkan informasi, sosok pria yang tergantung itu adalah D (48 tahun) seorang penjaga sekolah di SD tersebut. Berdasarkan kartu identitasnya, D Merupakan warga Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Baca Juga: DPRD Ungkap Pemprov Jabar Hentikan Bantuan untuk Sekolah Swasta Tahun 2026
Kapolsek Warungkiara, Polres Sukabumi, AKP Panji Setiaji mengatakan bahwa mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga berdasarkan informasi yang diterimanya dari seorang pengendara motor yang tidak diketahui identitasnya.
“Sesosok mayat laki laki tersebut pertama ditemukan oleh warga setelah menerima laporan dari pengendara sepeda motor yang tidak diketahui namanya,” ujar AKP Panji kepada sukabumiupdate.com melalui media perpesanan whatsapp pada Minggu (1/2/2026).
Pasca kejadian gantung diri, secarik kertas yang diduga ditemukan dalam genggaman D (48 tahun) beredar di grup-grup whatsapp warga Warungkiara. Kertas tersebut berisi tulisan tangan cukup panjang satu halaman setengah.
Baca Juga: Doa Malam Nisfu Syaban: Memohon Ampunan dan Perbaikan Takdir
Tulisan itu menceritakan rasa sakit hati karena dugaan bullying. Juga mencantumkan sejumlah nama guru yang baru diangkat sebagai aparatur sipil negara PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
Catatan redaksi: Berita ini ditulis dengan tujuan memberikan informasi kepada publik. Redaksi tidak bermaksud mengglorifikasi atau mendorong tindakan mengakhiri hidup dalam bentuk apa pun. Jika Anda atau orang yang Anda kenal memiliki kecenderungan mengakhiri hidup atau masalah kesehatan mental segera cari bantuan dari tenaga profesional, keluarga, atau layanan yang disediakan pemerintah.




