SUKABUMIUPDATE.com - Perang antar kelompok berujung pembacokan 4 pria jelang malam tahun baru di dekat balai Kota Sukabumi, Rabu 31 Desember 2025 pukul 23.00 WIB lebih itu, ternyata dipicu kembang api? Ini adalah kesaksian lain dari warga yang berada di lokasi kejadian, bahkan ia sempat dipukul menggunakan helm oleh dua kelompok yang berseteru tersebut.
Menurut saksi, saat kejadian ia berada di seberang dua kelompok anak muda yang terlibat perseteruan. Ia juga tengah nongkrong bersama rekan di pinggir jalan R Syamsudin SH, tepat di seberang pertigaan jalan cikole dalam.
Saat itu jelang menit pergantian tahun, suasana sudah hingar bingar dengan letusan kembang api, petasan dan kendaraan yang melintas. Menurut saksi, perseteruan kedua kelompok yang tak dikenalnya itu berawal dari kembang api luncur.
Baca Juga: Wisata Kampung Melon Sukabumi, Mengenal Cucumis Melo dari Berbagai Negara
“Ada yang menyalakan kembang api. Tapi bukan meluncur ke atas melainkan terbang ke arah kelompok lain. “Tidak tahu juga sengaja atau tidak. Setelah ada luncuran kembang api itu terjadi keributan,” bebernya kepada sukabumiupdate.com, Minggu, (4/1/2026).
Menurut saksi, saat itu langsung chaos. Sejumlah orang terlibat saling serang, saling kejar.. Ada yang membawa pemukul, helm hingga senjata tajam. “Saya waktu itu mau melerai, malah kena pukul helm. Nggak tau juga dari kelompok mana yang mukul pakai helm. Kepala saya benjol,” bebernya.
4 Orang Terluka dan Pengejaran Pelaku
4 orang terluka dalam insiden kericuhan antar kelompok di persimpangan jalan R Syamsudin SH dan Cikole Dalam, jelang malam pergantian tahun ke 2026 di Kota Sukabumi. Lokasinya berada di samping kantor ganesha Operation (GO) dekat Balai Kota Sukabumi.
Baca Juga: Picu Bencana, Warga Jampangtengah Sukabumi Minta Pemerintah Tertibkan Tambang
Keempat korban diserang pelaku menggunakan senjata tajam. Adapun seluruh korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia antara 17 hingga 27 tahun.
Para korban ini sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD R Syamsudin. Saat itu dua diperbolehkan pulang karena luka ringan, dua lainnya harus mendapatkan penanganan intensif.
“Untuk yang dua lagi lukanya lebih serius. Ada lukanya itu di telapak tangan kanan dan lutut kanan. Itu sedang dirawat saat ini, kemudian yang satu lagi lukanya di jari tengah tangan kiri. Datang ke IGD sudah kondisi hampir putus, kemudian sekarang juga sedang dalam perawatan,” ungkap Irfan, petugas RSUD R Syamsudin sesaat setelah menerima kedatangan para korban.
Baca Juga: 30 Persen Warga Indonesia Curhat ke AI, Anak Muda Lebih Nyaman Ngobrol dengan Robot
Kepada petugas di rumah sakit, para korban mengaku tidak saling kenal. Ada korban ada yang tengah berdiam diri di sekitar lokasi kejadian, sementara lainnya sedang melintas.
Para korban tidak mengenal orang yang menyerang mereka. Keterangan para korban ini selaras dengan kesaksian warga di lokasi kejadian, bahwa tiba-tiba kelompok yang menyerang.
Kelompok penyerang yang menggunakan senjata tajam, sempat terekam video dari warga yang berada di lokasi kejadian. Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi menegaskan jajarannya langsung melakukan penelusuran terkait pembacokan lokasi tersebut.
Baca Juga: Revisi Kepgub Jabar Terbit, UMSK Kabupaten Sukabumi 2026 Ditetapkan Rp3.850.489
“Pasti ditindak lanjuti. Nanti kita telusuri ya,” kata Rita kepada awak media, Jumat 2 Januari 2026.





