Pembawa Sajam Terekam Video, Pembacokan 4 Remaja di Dekat Balai Kota Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Jumat 02 Jan 2026, 17:42 WIB
Pembawa Sajam Terekam Video, Pembacokan 4 Remaja di Dekat Balai Kota Sukabumi

Ilustrasi penganiayaan dan pembacokan 4 remaja di dekat Balai Kota Sukabumi saat malam tahun baru (Sumber: warganet)

SUKABUMIUPDATE.com - 4 remaja terluka setelah diserang kelompok remaja lain menggunakan senjata tajam saat nongkrong jelang malam pergantian tahun di jalan R Syamsudin tak jauh dari Balai Kota Sukabumi, Kamis 1 Januari 2025. Sejumlah warga merekam peristiwa berdarah ini.

Dalam video pendek berdurasi dibawah 20 detik, terlihat beberapa remaja berlarian menghindari kejaran remaja lain yang membawa senjata tajam. Kejadiannya di simpang tiga jalan R Syamsudin dan Cikole dalam.

Seorang remaja yang membawa sajam mengejar hingga ke arah Balai Kota Sukabumi yang lokasinya tak jauh. kejadian ini berlangsung di tengah hingar bingar jelang malam pergantian tahun. Mereka (para korban dan kelompok pelaku) berlarian di antara antrian kendaraan yang memenuhi jalan R Syamsudin.

Baca Juga: Viral Cuitan Operasional Alat Berat Ditanggung Korban Bencana, BPBD Sukabumi Membantah

Di detik ke 14, video tersebut merekam adegan mengerikan. Tepat di simpang tiga Cikole Dalam dan jalan R Syamsudin, sekelompok remaja mengeroyok seorang remaja lainnya, hingga terjatuh ke aspal, dan remaja yang membawa sajam kembali terlihat ikut menganiaya korban.

Keterangan Saksi

Menurut saksi peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, saat kawasan tersebut dipadati warga yang sedang merayakan malam pergantian tahun. Peristiwa terjadi saat sekelompok orang datang menggunakan sepeda motor secara tiba-tiba menyerang para korban dengan senjata tajam .

Ambon (23 tahun), saksi mata menuturkan bahwa para korban saat itu tengah berkumpul sebelum tiba-tiba diserang tanpa ada cekcok sebelumnya . Ia mengatakan sekelompok pelaku langsung mengayunkan senjata tajam ke arah korban.

Baca Juga: Persib Hadapi Ratchaburi di 16 Besar ACL Two, Ini Kata Bojan Hodak

Dia menambahkan, situasi di lokasi kejadian sempat kacau . Warga dan pengunjung yang berada di sekitar titik kejadian berhamburan menyelamatkan diri .

Suara teriakan bercampur dengan bunyi petasan membuat kondisi semakin tidak terkendali. Sejumlah korban terlihat bersimbah darah sebelum akhirnya dievakuasi .​

Akibat kejadian itu empat remaja mengalami luka bacok. Mereka mendapatkan penanganan medis di RSUD R Syamsudin SH (RS Bunut).

Baca Juga: Anggaran Rp675 juta: Pagar Lapang Merdeka Sukabumi Dikritik, Wali Kota Beri Penjelasan

Humas RSUD R Syamsudin SH sekaligus Ketua Tim Penanganan Keluhan, Irfan Nugraha, membenarkan adanya empat pasien yang ditangani pihak rumah sakit pada saat bersamaan dengan keluhan yang sama yakni luka akibat kekerasan benda tajam.

“Jadi betul memang ada empat korban pembacokan yang datang ke IGD kami sekitar pukul 00.30 WIB tanggal 1. Ada yang ringan artinya boleh pulang dan ada yang lukanya cukup serius dan perlu perawatan lebih lanjut,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (2/1/2025).

Untuk dua korban dengan luka ringan, Irfan menjelaskan bahwa luka berada di beberapa bagian tubuh. “Luka-lukanya yang boleh pulang itu ada yang perlukaan di daerah pipi dan bahu kiri, terus ada juga di daerah punggung. Itu sudah ditangani di IGD, dijahit, kemudian diberikan obat-obatan yang diperlukan dan boleh pulang,” jelasnya.

Baca Juga: Ngatain Teman Anjing Bisa Dipenjara? KUHP Baru Resmi Berlaku, Ini Pasal Penghinaan

Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif karena mengalami luka yang lebih serius. “Nah untuk yang dua lagi karena lukanya lebih serius, yang pertama lukanya itu di telapak tangan kanan dan lutut kanan. Itu sedang dirawat saat ini, kemudian yang satu lagi lukanya di jari tengah tangan kiri. Datang ke IGD sudah kondisi hampir putus, kemudian sekarang juga sedang dalam perawatan,” ungkap Irfan.

Dari hasil pemeriksaan medis, luka para korban mengindikasikan akibat serangan benda tajam. “Kalau dari pola gambaran lukanya itu kan ada tepinya tajam jadi mengindikasikan kekerasan benda tajam. Kalau untuk bendanya apa, karena tidak tertancap di pasien, tidak ada juga yang ingat bendanya apa jadi tidak bisa dipastikan,” ujar Irfan.

Hingga berita ini dipublikasi, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah terkait peristiwa ini.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini