Wisata Kampung Melon Sukabumi, Mengenal Cucumis Melo dari Berbagai Negara

Sukabumiupdate.com
Minggu 04 Jan 2026, 12:18 WIB
Wisata Kampung Melon Sukabumi, Mengenal Cucumis Melo dari Berbagai Negara

Keluarga wisatawan di kampung melon Sukabumi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Di musim libur seperti Nataru salah satu spot wisata keluarga sekaligus edukasi agrowisata adalah kampung melon sukabumi. Lokasinya tak jauh dari pusat kota, tepatnya di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Di balik rangka bambu yang menyangga greenhouse sederhana, barisan melon tampak menggantung rapi, membulat sempurna. Suasana di dalamnya terasa hangat, namun aroma manis buah yang mulai matang justru menciptakan kesan menyenangkan bagi setiap pengunjung yang melangkah masuk.

Pemandangan itulah yang tersaji di Kampung Melon Sukabumi, sebuah destinasi agrowisata yang berada di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Di tengah libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kawasan ini menjelma menjadi pilihan wisata alternatif bagi warga yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Picu Bencana, Warga Jampangtengah Sukabumi Minta Pemerintah Tertibkan Tambang

Alih-alih menghabiskan waktu di mal, sebagian keluarga memilih mengajak anak-anaknya berinteraksi langsung dengan alam. Salah satunya dilakukan Febi Vanisa Agisni (30), warga Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, yang datang bersama keluarga untuk pertama kalinya ke Kampung Melon.

Baginya, kebun melon ini menawarkan pengalaman liburan yang berbeda. Tak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai edukasi bagi anak-anak.

“Awal tahu Kampung Melon dari TikTok, terus kebetulan kan sekarang lagi liburan sekolah. Gimana caranya anak mengisi liburan sekolah, tapi nggak ke mall, ya pokoknya nggak mau berbau gadget atau games itu. Kebetulan anaknya juga suka eksplor. Jadi kita ke sini, menarik. Bisa menambah experience anak juga,” kata Febi kepada sukabumiupdate.com, Minggu (4/1/2025).

Baca Juga: 30 Persen Warga Indonesia Curhat ke AI, Anak Muda Lebih Nyaman Ngobrol dengan Robot

Pengalaman memetik melon langsung dari pohonnya menjadi kesan tersendiri bagi Febi dan keluarganya. Selain membawa pulang buah segar, mereka juga mendapatkan pengetahuan baru tentang ragam jenis melon serta proses budidayanya.

“Kita jadi tahu langsung ya, pohon melon kayak gimana ya. Jadi kita, termasuk anak saya juga jadinya tahu pohon melon itu seperti apa, ada banyak jenis melon ternyata,” ujarnya.

Tak hanya soal pengalaman, kualitas melon yang dipetik pun meninggalkan kesan mendalam. Menurut Febi, rasa buah yang dinikmati langsung dari kebun jauh berbeda dibandingkan melon yang dibeli di toko.

Baca Juga: Viral Dugaan Intimidasi Warga di Cisewu Garut, KDM Ingatkan Kades Jangan Antikritik

“Ternyata rasanya juga lebih beda sama yang dibeli di toko buah. Rasanya lebih enak, lebih manis, lebih berair. Pokoknya lebih enak deh dibanding beli di toko. Tadi beli tiga jenis. Paling enak itu honey globe ya. Terus dua jenis lainnya itu yang dalamnya orange,” ucapnya.

Kunjungan perdananya ke Kampung Melon juga membuka perspektif baru bahwa wisata petik buah ternyata tak melulu harus ke luar daerah.

“Pertama kali kesini, baru tahu juga. Kan tahunya kalau misalkan petik buah-petik buah itu kalau nggak di Bandung, di daerah-daerah puncak gitu ya, baru tahu juga kalau misalkan petik buah itu ada di Sukabumi,” tuturnya.

Baca Juga: Okupansi Tembus 90 Persen, KA Pangrango dan Siliwangi Jadi Primadona Selama Libur Nataru 2026

Bahkan, Febi sudah berencana kembali dengan membawa anggota keluarga yang lebih banyak.

“Saya rencananya bakal balik lagi pengen ajak semua ponakan ke sini, karena benar-benar bikin happy,” pungkasnya.

Ragam Melon dari Berbagai Negara

Penanggung jawab Kampung Melon Sukabumi, Iman Yudasasmita, menjelaskan bahwa kawasan ini tidak sekadar kebun petik buah biasa. Setidaknya ada 10 varietas melon yang dikembangkan, baik dari luar negeri maupun lokal.

Baca Juga: Menjelajah Goa Leuweung Guha, Potensi Wisata Alam Tersembunyi di Selatan Sukabumi

“Jenis melonnya ini kita ngembangin ada 10. Cuman yang panen saat ini itu ada 5 jenis itu Manami, Minori, Fujisawa, Rangipo, dan Honey globe. Yang lain perkiraan panen bulan depan,” ujar Iman.

Beberapa varietas unggulan berasal dari berbagai negara, seperti Rangipo dan Fujisawa dari Belanda, Honey Globe dari Taiwan, hingga Hamikwa dari China. Sementara itu, varietas lokal seperti Ladika juga turut dibudidayakan sebagai bentuk pengembangan potensi dalam negeri.

“Favorit pengunjung tetap Honey Globe. Teksturnya unik, renyah seperti pir tapi jauh lebih lembut, dan rasanya sangat manis,” tambahnya.

Baca Juga: Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman, Tiba di Tanah Air pada 11 Januari

Petik Buah Sekaligus Belajar

Daya tarik Kampung Melon tidak hanya terletak pada kualitas buahnya, tetapi juga pada pendekatan edukatif yang diterapkan. Setiap pengunjung yang ingin memetik melon akan didampingi petugas khusus agar dapat memahami ciri-ciri buah yang siap panen.

“Kita punya petugas khusus yang mendampingi. Jadi mereka juga komunikasi sambil nanya-nanya, edukasi juga oh yang udah mateng kayak gimana dan lain sebagainya seperti itu,” jelas Iman.

Selama masa liburan dan akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat signifikan. Rata-rata kunjungan mencapai 200 hingga 300 orang per hari, dengan asal wisatawan tak hanya dari Sukabumi, tetapi juga Jabodetabek dan Bandung.

Baca Juga: 5 Berita Terpopuler Sukabumi Sepekan: Dualisme KNPI hingga Pembacokan Malam Tahun Baru

“Rata-rata sehari bisa antara 80 sampai 120 kiloan. kadang-kadang gak tentu juga ya kalau di weekend sih bisa 200-300 kilo. Ini dua hari aja kita udah 350-an lah kurang lebih,” ungkapnya.

Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Melon hasil petik mandiri dijual dengan harga Rp30 ribu per kilogram untuk semua varietas. Dalam satu masa panen, satu greenhouse mampu menghasilkan hingga 1,5 ton melon. Dengan total lima greenhouse seluas 3.000 meter persegi, omset panen bisa mencapai Rp 30-40 juta.

Keberadaan Kampung Melon Sukabumi pun menjadi alternatif wisata keluarga yang mudah dijangkau, edukatif, dan menawarkan pengalaman berbeda: menikmati melon premium langsung dari kebunnya.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini