SUKABUMIUPDATE.com - Arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), layanan kesehatan disiagakan penuh di Pos Pengamanan (Pos Pam) Exit Tol Parungkuda. Sejak 20 Desember 2025, tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas telah bergantian berjaga untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pengendara serta wisatawan yang melintas.
Kepala Puskesmas Parungkuda, dr. Bagus Jatiswara, menyampaikan bahwa pelaksanaan piket Nataru dilakukan sesuai instruksi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi dan akan berlangsung hingga 4 Januari 2026.
“Untuk pelayanan atau pelaksanaan piket Nataru tahun 2025 ini, kami melaksanakan piket mulai tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan tanggal 4 Januari 2026,” ujar Bagus kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, tenaga kesehatan yang disiagakan terdiri dari dokter dan paramedis, baik perawat maupun bidan, dengan sistem jaga 24 jam dalam dua shift. Shift pertama dimulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, sedangkan shift malam berlangsung dari pukul 18.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya.
Baca Juga: Okupansi Tembus 90 Persen, KA Pangrango dan Siliwangi Jadi Primadona Selama Libur Nataru 2026
Menurutnya, tenaga kesehatan yang bertugas merupakan gabungan dari enam puskesmas di wilayah II, yakni Puskesmas Parungkuda, Ciambar, Bojonggenteng, Kalapanunggal, Parakansalak, dan Kabandungan.
Di Pos Pam Exit Tol Parungkuda, layanan kesehatan tersedia selama 24 jam, mulai dari pemeriksaan tanda vital, pengecekan gula darah, hingga penanganan pertama pada kecelakaan. Petugas juga disiagakan untuk melakukan stabilisasi pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit apabila diperlukan.
“Keluhan yang paling sering kita temui itu keluhan ringan, seperti nyeri lambung atau nyeri kepala. Tapi kita juga siap melakukan pertolongan pertama dan stabilisasi pasien jika terjadi kecelakaan atau kondisi gawat darurat,” jelasnya.
Baca Juga: Dramatis! Tak Sempat ke RS, Siti Melahirkan Bayi Laki-laki di Pos Pam Exit Tol Bocimi Sukabumi
Apabila diperlukan rujukan lanjutan, pasien akan dibawa ke rumah sakit terdekat, seperti RSUD Sekarwangi atau rumah sakit di wilayah Cicurug.
Bagus menuturkan, antisipasi terhadap potensi kelelahan pengemudi, kecelakaan lalu lintas, maupun kondisi darurat lainnya dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Pos Pam Exit Tol Parungkuda merupakan pos gabungan yang melibatkan Forkopimcam, kepolisian, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.
“Karena ini pos gabungan, semua jenis pelayanan ada. Koordinasi sejauh ini berjalan lancar, komunikasi mudah karena berada di satu pos yang sama,” katanya.
Baca Juga: Libur Akhir Pekan Awal 2026, Exit Tol Parungkuda Dipadati Kendaraan Wisatawan
Selain itu, ketersediaan ambulans juga dipastikan selalu siap selama 24 jam. Ambulans disiagakan langsung di area pos pam untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Terkait kesehatan pengendara, pihaknya mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan, tidak memaksakan diri saat kelelahan, serta memperhatikan kondisi cuaca.
“Kalau sudah lelah, jangan dipaksakan. Apalagi saat cuaca ekstrem, sebaiknya pertimbangkan untuk berhenti sementara,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan hal-hal sederhana yang kerap diabaikan pengendara, seperti beristirahat cukup, makan dan minum secara teratur, serta menjaga kondisi tubuh tetap prima selama perjalanan.
“Kalau pengendara roda dua, sering-sering berhenti untuk istirahat. Untuk roda empat juga sama. Di Exit Tol Parungkuda tersedia toilet dan tempat istirahat, jadi bisa dimanfaatkan,” tuturnya.
Melalui layanan kesehatan yang disiagakan selama Nataru ini, tenaga kesehatan berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, sehat, dan selamat hingga sampai ke tujuan. (adv)





