SUKABUMIUPDATE.com - Perpaduan suasana Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan tahun 2026 menghadirkan cerita hangat di meja keluarga. Tradisi yang biasanya berjalan dalam ruang berbeda kini saling menyapa hingga ke urusan kuliner.
Nian Gao atau kue keranjang khas Imlek, diolah jadi menu takjil buka puasa yang unik dan menginspirasi. Seperti dilakukan keluarga Dila Novianti alias Ovi Ling-ling warga Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Ovi dan keluarganya adalah warga keturunan yang selama ini hidup dengan perpaduan dua budaya, muslim dan cina. Saat imlek, dia menjadi garda terdepan pembuatan kue keranjang khas imlek yang sudah berpuluh tahun dilakoni keluarga besarnya.
Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.318,6 Triliun
“Selain langsung dimakan, kue Keranjang imlek bisa dikonsumsi dengan berbagai olahan masalah. Ada yang dibuat gorengan, atau dicampur berbagai bahan untuk dijadikan kolak atau es campur. Nah karena sekarang berbarengan sama ramadan, ini jadi menu manis cocok untuk takjil berbuka puasa,” beber Ovi.
Ada dua sajian yang direkomendasikan Ovi Ling-ling dicoba, yaitu lumpia goreng dan kolak dodol cina. Keduanya adalah makanan manis dengan bahan utama kue keranjang.
“Untuk lumpia goreng itu dodol imlek dipotong memanjang digulung dengan kulit lumpiah bersama potongan keju, kemudian digoreng. Makannya bisa dengan dicocol saus coklat lumer,” ungkap Ovi.
Baca Juga: Tiga Pekerja Meninggal, BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Salurkan Santunan dan Beasiswa Anak
Sementara kolak, kue keranjang imlek adalah bahan isian tambahan melengkapi potongan pisang, ubi atau kolang-kaling. “Cobain deh, bikinnya mudah apalah bagi keluarga yang punya dodol imlek. Nian Gao sebagai takjil ramadan tak hanya jadi simbol kebersamaan. Rasanya manis selaras dengan makna Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan dan harapan,” beber Ovi.
Teksturnya yang lembut dan mengenyangkan pun cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Fenomena ini juga membuka peluang ekonomi kreatif
“Kayaknya cocok juga untuk inspirasi pelaku UMKM, jajanan takjil ramadan. Kehadiran nian gao di meja takjil menjadi gambaran kecil tentang toleransi yang hidup dalam keseharian. Tradisi yang berbeda tidak saling meniadakan, melainkan justru saling memperkaya.” pungkasnya.





