Di Tengah Gempuran Bansos, Masih Ada yang Hidup dalam Rumah Nyaris Runtuh di Surade Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 29 Nov 2025, 09:30 WIB
Di Tengah Gempuran Bansos, Masih Ada yang Hidup dalam Rumah Nyaris Runtuh di Surade Sukabumi

Dudung (63), warga Kampung Cibarehong, Desa Jagamukti, Surade Sukabumi, duduk di depan rumah panggungnya yang nyaris runtuh akibat material yang telah lapuk dimakan usia. (Sumber Foto: Akun FB Citra Nurani)

SUKABUMIUPDATE.com – Sebuah rumah panggung berukuran sekitar 40 meter persegi milik Dudung (63 tahun), warga Kampung Cibarehong RT 02/04, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tengah menjadi sorotan setelah kondisinya yang memprihatinkan viral di media sosial Facebook.

Rumah berbahan bambu dan kayu yang berdiri di atas lahan 80 meter persegi itu kini nyaris ambruk karena material bangunan yang lapuk dimakan usia. 

Viralnya kondisi rumah tersebut bermula dari unggahan akun Facebook Citra Nurani, yang menyoroti minimnya bantuan yang diterima Dudung di tengah banyaknya program bantuan sosial (Bansos) yang bergulir. Dalam unggahannya ia menulis:

"Di antara gempuran bansos yang hilir mudik, ada seorang bapak yang hidup dengan rumah nyaris runtuh. Kemanakah harus mengadu tentang keluhan ini? Tolong yang berkenaan di-share ya beb. Untuk daerah Surade Jagamukti, sartiki masuk dalam dikit.”

Kepala Desa Jagamukti, Apay Suyatman, membenarkan bahwa rumah yang viral itu milik warganya. Ia menjelaskan bahwa pihak desa sudah mengajukan rumah Dudung ke program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sejak Desember 2024.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengajukan bantuan program perbaikan Rutilahu, baik melalui Pemda Kabupaten Sukabumi maupun Kementerian Perumahan dan Permukiman RI,” ujar Apay saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Sabtu (29/11/3025).

Baca Juga: BLTS Rp900 Ribu Cair! Untuk 11,6 Juta Keluarga yang Belum Pernah Kebagian Bansos Pemerintah

Namun saat proses verifikasi dilakukan, kondisi rumah Dudung saat itu tidak masuk prioritas penerima bantuan.

“Pada waktu verifikasi, rumah Pak Dudung belum masuk prioritas karena masih ada rumah warga lain yang lebih parah kerusakannya. Kuota bantuan juga terbatas, dan desa kami hanya mendapat tiga unit program Rutilahu, yang saat ini sedang ptoses pengerjaan," jelasnya.

Menurut Apay, kondisi rumah Dudung semakin memburuk seiring waktu, terlebih dengan cuaca ekstrem beberapa bulan terakhir mempercepat kerusakannya. Ia menegaskan bahwa pihak desa akan melakukan pengecekan ulang dan menyusun langkah tindak lanjut.

“Kami akan segera mengecek ke lokasi, dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Unggahan viral tersebut kini memicu kepedulian warganet yang berharap agar rumah Dudung dapat segera mendapatkan perbaikan demi keselamatan penghuninya.

Berita Terkait
Berita Terkini