324 Jiwa Mengungsi: Penyintas Bencana Pergerakan Tanah Cijambe di Bantargadung Butuh Dapur MBG

Sukabumiupdate.com
Senin 02 Mar 2026, 13:32 WIB
324 Jiwa Mengungsi: Penyintas Bencana Pergerakan Tanah Cijambe di Bantargadung Butuh Dapur MBG

Berdasarkan data terbaru, jumlah warga terdampak yang mengungsi mencapai 104 kepala keluarga (KK) dengan total 324 jiwa (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan warga Kampung Cijambe RT 005 RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, hingga kini masih bertahan di posko darurat yang berlokasi di Kampung Pasapen, Desa Bantargadung.

Camat Bantargadung, Syarifudin Rahmat, menyampaikan berdasarkan data terbaru, jumlah warga terdampak yang mengungsi mencapai 104 kepala keluarga (KK) dengan total 324 jiwa. Seluruhnya berasal dari satu RT di Kampung Cijambe.

Untuk sementara data terakhir hari ini ada 104 KK dengan jumlah 324 jiwa dari satu RT di Kampung Cijambe,” kata Syarifudin saat ditemui sukabumiupdate.com di posko darurat, pada Senin (2/3/2026).

Baca Juga: Komisi III DPR Bahas Kasus Kematian NS: Soroti Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

Terkait kebutuhan logistik, khususnya konsumsi, Menurut Syarifudin, hingga saat ini dapur umum resmi dari pemerintah daerah belum didirikan. Pihak kecamatan bersama unsur Forkopimcam, BPBD, serta Tagana Dinas Sosial masih menunggu proses penilaian status bencana.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Forkopimcam, BPBD dan Tagana Dinsos untuk mengupayakan dapur umum. Namun ada prosedur yang harus dilalui. Hari ini dilakukan penilaian apakah ini masuk kategori tanggap darurat bencana atau tidak. Jika nanti SK Bupati sudah ditandatangani, dapur umum bisa langsung diwujudkan,” jelasnya.

Meski demikian, sebagai langkah antisipasi, pihak kecamatan berupaya menghadirkan dapur umum sementara melalui dapur SPBG/MBG yang secara aturan dapat difungsikan saat terjadi bencana.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik AS Roma vs Juventus, Banjir Gol di Laga Klasik

Insyaallah mulai besok kita upayakan dapur umum dari SPBG sebagai solusi sementara, sambil menunggu keputusan dari Pemda,” tambahnya.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri karena terjadi di bulan Ramadan. Warga yang mengungsi dilaporkan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makan untuk berbuka puasa dan sahur.

Menurut Syarifudin, untuk mengaktifkan dapur SPBG diperlukan data rinci by name by address sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga: IRT Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Pabuaran Sukabumi

“Kita membutuhkan data rinci jumlah jiwa secara lengkap. Nanti diusulkan ke pusat, baru mereka ditugaskan untuk melakukan pelayanan dapur guna memenuhi kebutuhan berbuka dan sahur warga,” terangnya.

Sementara itu, untuk data anak-anak di lokasi pengungsian, pihak kecamatan masih melakukan pendataan lebih detail. Hingga kini baru teridentifikasi adanya satu bayi dan beberapa balita.

“Kita baru mendata 104 KK dengan 324 jiwa. Untuk rincian anak-anak masih dalam proses, karena kartu keluarga warga banyak yang belum ter-update. Ada yang sudah menikah tapi masih tercatat dalam satu KK, sehingga perlu penyesuaian data,” pungkasnya.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini