Damai dan Jaga Kondusifitas Sukabumi, Pesan Publik untuk Aksi 1 September 2025

Sukabumiupdate.com
Minggu 31 Agu 2025, 22:52 WIB
Damai dan Jaga Kondusifitas Sukabumi, Pesan Publik untuk Aksi 1 September 2025

Ilustrasi. Publik khususnya kalangan akademisi meminta peserta aksi 1 september 2025 tetap damai dan jaga kondusifitas sukabumi (Sumber: dok damai)

SUKABUMIUPDATE.com - Publik mengirim pesan damai untuk peserta aksi 1 September 2025 di Kota Sukabumi. Warganet juga meminta peserta aksi untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah dan tidak terpancing isu dan provokasi serta fokus pada isu yang tengah diperjuangkan.

Publik merespon rencana aksi 1 September 2025 yang akan berlangsung di banyak daerah termasuk Kota Sukabumi. Salah satu elemen yang akan menggelar aksi 1 September 2025 di Kota Sukabumi adalah Cipayung Plus (GMNI, HMI, PMII, KAMMI, IMM, IPNU, HIMASI).

Dalam rencana aksi yang disampaikan Aris Gunawan selaku Koordinator Aksi sekaligus Ketua GMNI Sukabumi Raya, bahwa unjuk rasa kali ini adalah gerakan bersama sejumlah elemen warga, tak hanya mahasiswa.

Baca Juga: Prabowo: Parpol Sepakat Cabut Tunjangan DPR RI dan Moratorium Kunker ke Luar Negeri

“Rencananya untuk titik lokasi itu di Polres Sukabumi Kota, Balai Kota dan DPRD, kita akan bergerak mulai pukul 13:00 Wib besok dengan jumlah massa masih dinamis karena kemungkinan akan ada banyak elemen yang ikut bergabung,” ujar Aris saat dihubungi sukabumiupdate.com pada Minggu (31/8/2025).

“Tidak menuntut kemungkinan aksi juga akan dihadiri elemen warga lainnya. Buruh, tani, ojol dan elemen lainnya karena ini aksi rakyat bukan atas nama mahasiswa,” tambah dia.

Adapun isu yang akan disuarakan kata Aris, adalalah aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan selaku korban represifitas aparat. Selain itu terkait banyaknya kebijakan DPR yang dianggap timbang di tengah kesulitan masyarakat saat ini.

Baca Juga: Demi Ruang Aman? Alasan TikTok Batasi Live: Masih akan Berlangsung Beberapa Waktu Kedepan

“Tuntutannya sendiri perihal solidaritas untuk almarhum Affan, tentang aksi represifitas aparat, lalu juga perihal kebijakan DPR yang hari ini menjadi problem di tengah situasi masyarakat yang seperti ini,” pungkasnya.

Pesan Damai

Sejumlah warganet mendukung rencana ini, dan memberikan catatan agar peserta aksi tetap menjadi kondusifitas wilayah khususnya di sukabumi.

“Buat yg turun ke jalan, Hati-hati dan tetap waspada. Fokus ke orasi bukan gampang terprovokasi,” tulis akun abdul ajiz di kolom komentar.

Baca Juga: Teluk Palabuhanratu Surganya Ikan Demersal, Inovasi Alat Tangkap dan Boster Umpan

Senada, akun Nazmudin Nurjaya berkomentar, “Kalau bisa perwakilan nya saja yg menghadap,smoga tidak ada huru hara demo damai duduk bersama karna musyawarah itu bagian dari budaya kita.”

“Jaga Sukabumi jangan sampai terjadi kerusuhan harus kasihan sama diri sendiri sama anak istri kalo Sukabumi terjadi kerusuhan dampak nya kemana mana, boleh mengeluarkan pendapat tapi harus kondusif kalo bisa berdoa bersama supaya Indonesia kembali pulih menjadi negara aman adil dan sejahtera, jangan sampai terjadi kerusuhan, Sukabumi regreug pageuh repeh rapih,” tulis akun Beda Genre.

Pesan damai dan kondusifitas juga disuarakan sejumlah akademisi di Sukabumi.
Menjelang rencana aksi demonstrasi pada 1 September 2025 di Kota Sukabumi, tiga perguruan tinggi di Sukabumi mengimbau mahasiswanya untuk tetap menjaga ketertiban, menjunjung nilai akademis, dan menghindari tindakan anarkis.

Baca Juga: Muara Ciletuh Sukabumi Disesaki Perahu, Nelayan Desak Pembangunan Dermaga

Direktur Pengelola Kampus IPB Sukabumi, Ujang Sehabudin, menyebutkan bahwa kegiatan akademik tidak mengalami perubahan, namun ia mengingatkan mahasiswa yang akan turun ke jalan agar tetap tertib. “Perkuliahan kami masih berjalan seperti biasa tidak ada perubahan, namun dihimbau kepada mahasiswa aksi untuk jaga ketertiban dan jangan anarkis,” katanya saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com pada Minggu (31/8/2025).

Ujang juga mengingatkan potensi adanya pihak luar yang bisa memicu kericuhan. “Tapi terkadang sulit kalau sudah di lapangan, karena tidak tahu kalau ada pihak-pihak lain yang memang sengaja membenturkan massa, itu provokator. Jadi hati-hati,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Unit Bagian Kemahasiswaan Universitas Nusa Putra, Gia Yosep Gunawan, menyampaikan imbauan langsung kepada mahasiswa yang akan menyuarakan aspirasi.

Baca Juga: Mauro Zijlstra Resmi Jadi WNI, Amunisi Baru Juru Gedor Timnas Indonesia

“Kepada seluruh mahasiswa Universitas Nusa Putra yang akan menyampaikan aspirasi melalui aksi terkait tuntutan kepada DPR maupun pihak Kepolisian pada 1 September 2025, kami menghimbau agar menyampaikan aspirasi dengan tertib, damai, dan mengedepankan etika akademis. Mahasiswa harus mengutamakan keselamatan diri serta menjaga nama baik almamater Universitas Nusa Putra, menghindari tindakan provokatif, perusakan maupun pelanggaran hukum yang dapat merugikan diri sendiri, universitas, maupun orang lain. Senantiasa menjunjung tinggi nilai intelektual, moral, dan kebersamaan dalam menyuarakan aspirasi. Demikian himbauan ini disampaikan untuk menjadi perhatian bersama.” tegas Gia.

Hal serupa juga diungkapkan Wakil Rektor II Universitas Linggabuana Sukabumi, Asep Deni. “Mengimbau aliansi mahasiswa atau elemen masyarakat yang akan menggelar aksi demonstrasi pada 1 September 2025, agar tetap menjaga ketertiban dan kondusifitas selama menyampaikan aspirasi di lapangan. Semua pihak penting mengedepankan sikap damai serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Silahkan menyampaikan aspirasi, namun tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Bahwa suasana kondusif bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat dan mahasiswa yang menyuarakan aspirasi.” ujar Asep.

Imbauan tiga kampus ini menjadi penegasan agar aksi mahasiswa pada 1 September berlangsung tertib, aman, dan tetap dalam koridor demokrasi.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini