Waspada Provokasi! Koordinator Aksi 1 September 2025 di Sukabumi Sebut Hoax: Isu Datangi Rumah DPRD

Sukabumiupdate.com
Minggu 31 Agu 2025, 20:49 WIB
Waspada Provokasi! Koordinator Aksi 1 September 2025 di Sukabumi Sebut Hoax: Isu Datangi Rumah DPRD

Ilustrasi. Rencana aksi 1 September 2025 di Kota Sukabumi diserang isu hoax (Sumber : dok aksi)

SUKABUMIUPDATE.com - Jelas aksi 1 September 2025, beredar konten di media sosial tentang rencana massa aksi akan mendatangi rumah-rumah milik anggota dewan perwakilan rakyat daerah atau DPRD di Sukabumi. Isu ini langsung ditanggapi koordinator aksi 1 september 2025 di Kota Sukabumi sebagai hoax, dan meminta publik waspada pada upaya provokasi dari provokator.

Minggu (31/8/2025) beredar di media sosial, flyer dengan narasi rencana massa aksi yang akan mendatangi rumah anggota DPRD di Sukabumi. Konten tersebut sempat diposting oleh akun facebook, yang tak lama kemudian takedown.

Walaupun tak mencantumkan tanggal, konten tersebut disebar jelang aksi 1 september 2025 yang tengah digalang oleh sejumlah elemen masyarakat, termasuk di Kota Sukabumi. Salah satu elemen yang akan ‘turun’ dalam aksi bersama itu adalah organisasi mahasiswa ekstra kampus Cipayung plus (GMNI, HMI, PMII, KAMMI, IMM, IPNU, HIMASI).

Baca Juga: Prabowo: Parpol Sepakat Cabut Tunjangan DPR RI dan Moratorium Kunker ke Luar Negeri

Cipayung plus memastikan tidak ada rencana mendatangi rumah anggota DPRD dalam agenda aksi 1 September 2025 di Sukabumi. Aksi massa dari Cipayung plus bersama sejumlah elemen masyarakat ini akan menyuarakan tuntutan yang akan disampaikan secara terbuka di Polres Sukabumi Kota, Balai Kota Sukabumi dan Gedung DPRD Kota Sukabumi.

Aris Gunawan, Koordinator aksi Gerakan Amarah Rakyat Sukabumi sekaligus Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, menegaskan bahwa isu mendatangi rumah anggota DPRD itu adalah hoax. Ia menyayangkan dengan beredarnya flayer bernada provokatif tersebut.

“Tentunya kami sangat menyayangkan dengan beredarnya flyer tersebut, karena secara jelas berdasarkan hal konsolidasi kemarin, aksi kami tidak mengarah ke sana,” ujar Aris kepada sukabumiupdate.com, Minggu (31/8/2025).

Baca Juga: Belajar di Rumah! Pelajar Kota Sukabumi Diliburkan, Rencana Aksi 1 September 2025

Selain itu, ungkap Aris, flyer tersebut merupakan berita bohong dan tidak jelas sumbernya. “Kami hanya membicarakan tuntutan aksi, rute dan titik lokasi unjuk rasa, saya tegaskan sekali lagi informasi tersebut tidak benar,” tegas dia.

Di sisi lain, Aris mengimbau kepada semua elemen yang akan ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa besok untuk tidak terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah fokus massa aksi.

“Kami menghimbau kepada siapa pun untuk tidak mudah terprovokasi dengan narasi-narasi seperti itu (anarkisme/penjarahan), kita harus fokus untuk menyuarakan tuntutan yang telah disepakati dalam konsolidasi kemarin,” pungkasnya.

Baca Juga: Demi Ruang Aman? Alasan TikTok Batasi Live: Masih akan Berlangsung Beberapa Waktu Kedepan

Rencana Aksi 1 September 2025

Sejumlah elemen masyarakat di Sukabumi merencanakan aksi demonstrasi bersama pada Senin 1 September 2025. Massa aksi akan menyuarakan sejumlah isu terkini, pasca meningkatkan eskalasi aksi-aksi kekerasan dan kerusakan yang menyertai demonstrasi massa di berbagai wilayah Indonesia.

Aris Gunawan selaku Koordinator Aksi sekaligus Ketua GMNI Sukabumi Raya tak membantah hal tersebut. Ia hanya meluruskan informasi bahwa aksi tersebut bukan atas nama mahasiswa

“Rencananya untuk titik lokasi itu di Polres Sukabumi Kota, Balai Kota dan DPRD, kita akan bergerak mulai pukul 13:00 Wib besok dengan jumlah massa masih dinamis karena kemungkinan akan ada banyak elemen yang ikut bergabung,” ujar Aris saat dihubungi sukabumiupdate.com pada Minggu (31/8/2025).

Baca Juga: Rencana Aksi 1 September 2025 di Kota Sukabumi: Waktu, Lokasi dan Isu

“Tidak menuntut kemungkinan aksi juga akan dihadiri elemen warga lainnya. Buruh, tani, ojol dan elemen lainnya karena ini aksi rakyat bukan atas nama mahasiswa,” tambah dia.

Adapun isu yang akan disuarakan kata Aris, adalalah aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan selaku korban represifitas aparat. Selain itu terkait banyaknya kebijakan DPR yang dianggap timbang di tengah kesulitan masyarakat saat ini.

“Tuntutannya sendiri perihal solidaritas untuk almarhum Affan, tentang aksi represifitas aparat, lalu juga perihal kebijakan DPR yang hari ini menjadi problem di tengah situasi masyarakat yang seperti ini,” pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini