Rencana Aksi 1 September 2025 di Kota Sukabumi: Waktu, Lokasi dan Isu

Sukabumiupdate.com
Minggu 31 Agu 2025, 17:35 WIB
Rencana Aksi 1 September 2025 di Kota Sukabumi: Waktu, Lokasi dan Isu

Ilustrasi aksi massa di Kota Sukabumi (Sumber: dok sukabumiupda)

SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah elemen masyarakat di Sukabumi merencanakan aksi demonstrasi bersama pada Senin 1 September 2025. Massa aksi akan menyuarakan sejumlah isu terkini, pasca meningkatkan eskalasi aksi-aksi kekerasan dan kerusakan yang menyertai demonstrasi massa di berbagai wilayah Indonesia.

Beredar draft rencana aksi yang mengatasnamakan elemen cipayung plus di grup-grup whatsapp warga Kota Sukabumi. Rencana aksi unjuk rasa di Kota Sukabumi yang akan dilakukan di sejumlah lokasi, Senin 1 September 2025.

Aris Gunawan selaku Koordinator Aksi sekaligus Ketua GMNI Sukabumi Raya tak membantah hal tersebut. Ia hanya meluruskan informasi bahwa aksi tersebut bukan atas nama mahasiswa, dan elemen cipayung (GMNI, HMI, PMII, KAMMI, IMM, IPNU, HIMASI). adalah salah satu elemen yang akan bergerak.

Baca Juga: Demi Ruang Aman? Alasan TikTok Batasi Live: Masih akan Berlangsung Beberapa Waktu Kedepan

“Rencananya untuk titik lokasi itu di Polres Sukabumi Kota, Balai Kota dan DPRD, kita akan bergerak mulai pukul 13:00 Wib besok dengan jumlah massa masih dinamis karena kemungkinan akan ada banyak elemen yang ikut bergabung,” ujar Aris saat dihubungi sukabumiupdate.com pada Minggu (31/8/2025).

“Tidak menuntut kemungkinan aksi juga akan dihadiri elemen warga lainnya. Buruh, tani, ojol dan elemen lainnya karena ini aksi rakyat bukan atas nama mahasiswa,” tambah dia.

Adapun isu yang akan disuarakan kata Aris, adalalah aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan selaku korban represifitas aparat. Selain itu terkait banyaknya kebijakan DPR yang dianggap timbang di tengah kesulitan masyarakat saat ini.

Baca Juga: Muara Ciletuh Sukabumi Disesaki Perahu, Nelayan Desak Pembangunan Dermaga

“Tuntutannya sendiri perihal solidaritas untuk almarhum Affan, tentang aksi represifitas aparat, lalu juga perihal kebijakan DPR yang hari ini menjadi problem di tengah situasi masyarakat yang seperti ini,” pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini