Aksi 1 September 2025: Kampus Kuliah Daring, Pelaku Usaha di Sukabumi Pilih Libur

Sukabumiupdate.com
Minggu 31 Agu 2025, 21:48 WIB
Aksi 1 September 2025: Kampus Kuliah Daring, Pelaku Usaha di Sukabumi Pilih Libur

Ilustrasi. Sejumlah kampus di Sukabumi menetapkan kuliah dari pada 1 September 2025, pelaku usaha pilih tutup sepanjang aksi (Sumber: dok marketplace)

SUKABUMIUPDATE.com - Rencana aksi 1 September 2025, tak hanya membuat sekolah meliburkan para pelajar, sejumlah kampus dan di Kota Sukabumi juga menetapkan kebijakan kuliah daring, termasuk pelaku usaha memilih tutup toko dan gerai.

Sejumlah perguruan tinggi di Sukabumi mengambil langkah antisipatif dengan menyesuaikan kegiatan akademik dan administratif. Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melalui surat edaran resmi menetapkan kebijakan work from home (WFH) mulai 1 September 2025 hingga adanya pengumuman selanjutnya. Namun, karena tahun akademik 2025–2026 belum dimulai, edaran tersebut tidak mencakup perkuliahan daring.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UMMI, Andri Moewashi I Haq, menjelaskan bahwa kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan layanan akademik tetap berjalan.

Baca Juga: Prabowo: Parpol Sepakat Cabut Tunjangan DPR RI dan Moratorium Kunker ke Luar Negeri

“Secara umum sivitas UMMI, sehubungan dengan situasi terkini: kegiatan perkuliahan tahun akademik 2025–2026 belum dimulai sehingga tidak ada edaran untuk kuliah daring. Untuk hari besok WFH hingga ada edaran berikutnya. Seluruh staf dan dosen UMMI diharapkan untuk tetap melaksanakan tugas dengan baik, memberikan layanan administratif kepada mahasiswa dan layanan akademik dari rumah masing-masing. Selain itu, seluruh sivitas UMMI diharapkan menjaga ketertiban dan keamanan sesuai amanat PP Muhammadiyah pada poin 5,” ujarnya saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Minggu (31/8/2025).

Sementara itu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIkes) Sukabumi juga mengambil langkah serupa. Ketua STIkes Sukabumi, Iwan Permana, menegaskan, “Ya, dari tanggal 1 sampai tanggal 2 kebijakan kami memberlakukan pembelajaran secara daring sementara. Jika kondisi masih kurang kondusif akibat demo maka bisa diperpanjang.”

Kebijakan perguruan tinggi di Sukabumi ini sejalan dengan langkah sejumlah kampus besar di Bandung, seperti ITB dan UPI, yang lebih dulu mengumumkan perkuliahan daring pada 1–4 September 2025.

Baca Juga: Teluk Palabuhanratu Surganya Ikan Demersal, Inovasi Alat Tangkap dan Boster Umpan

Tak hanya kampus, pelaku usaha di Kota Sukabumi khususnya yang berada di jalur rencana aksi 1 September 2025 juga tak sedikit yang memilih menutup gerai. “Tempat kerja kami libur dulu, ditutup karena mau ada demo,” ucap pegawai usaha farmasi yang berada di jalan Kota Sukabumi.

Pelajar Belajar di Rumah

Dinas Pendidikan Kota Sukabumi dan Jawa Barat, menetapkan kebijakan belajar di rumah pada Senin, 1 September 2025 untuk seluruh pelajar, dari PAUD hingga SMA sederajat. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dari rencana aksi demonstrasi 1 September 2025 oleh elemen rakyat.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Nurhayati membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan edaran tersebut dibuat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada peserta didik.

Baca Juga: Muara Ciletuh Sukabumi Disesaki Perahu, Nelayan Desak Pembangunan Dermaga

“Iya, jadi kita buat edaran untuk jenjang SD dan SMP, bukan hanya di daerah Cikole saja tapi kita juga antisipasi untuk menyikapi hal-hal yang mungkin terjadi kemudian, jadi semua BDR (Belajar Dari Rumah),” ujar Nurhayati kepada sukabumiupdate.com pada Minggu (31/8/2025).

Nurhayati menyebut, edaran itu berlaku satu hari pada hari Senin (1/9/2025), namun demikian edaran akan diperpanjang berdasarkan evaluasi situasi Kota Sukabumi.

“Kita hanya buat edaran untuk satu hari saja, tapi kita juga lihat kondisi di lapangan, mudah-mudahan besok tidak ada apa-apa jadi Selasa kita tetep jalan,” kata dia.

Baca Juga: Demi Ruang Aman? Alasan TikTok Batasi Live: Masih akan Berlangsung Beberapa Waktu Kedepan

Di sisi lain, edaran dibuat dengan berbagai macam pertimbangan, Pihaknya mengaku khawatir terutama terhadap sekolah yang berada di pusat Kota Sukabumi ketika demonstrasi berlangsung.

“Pertimbangannya terutama untuk anak-anak SMP yang berada di sebelah gedung DPRD itu kan dan kita takut siswa jadi ikut-ikutan dan terprovokasi dan kita nggak bisa menjamin keamanannya,” ucapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau untuk seluruh sekolah yang ada di bawah naungan Disdikbud Kota Sukabumi untuk meliburkan proses belajar mengajar siswa.

Baca Juga: Asep Japar Jenguk Umar Ojol Asal Sukabumi Korban Aparat di Jakarta, Siap Bantu Biaya Pulang

“Kita juga sudah menghimbau bahwa sekolah tidak boleh mengadakan kegiatan apapun di sekolah demi keamanan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk surat edarannya kita sampaikan ke setiap sekolah, orang tua dan ke Polres juga kita sampaikan per hari ini,” pungkasnya.

Tak hanya SD dan SMP, pelajar jenjang SMA SMK sederajat di Kota Sukabumi juga diliburkan. Sejumlah pelajar SMA negeri kota Sukabumi mengaku sudah mendapatkan informasi, tentang belajar di rumah pada Senin, 1 September 2025.

Sekolah-sekolah sudah mengirimkan surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor: 20499/PK.01/SEKRE Tanggal 27 Agustus 2025, perihal Himbauan Menjaga Kondusifitas Proses Belajar Mengajar Satuan Pendidikan.

Baca Juga: PAN Resmi Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya sebagai Anggota DPR

“Kegiatan pembelajaran pada Hari Senin, 1 September 2025 dilaksanakan secara mandiri di rumah masing-masing dengan mengerjakan tugas terstruktur dari setiap guru mata pelajaran sesuai dengan jadwal pelajaran yang ditetapkan,” tulis disdik jabar dalam SE tersebut.

Rencana Aksi 1 September 2025

Sejumlah elemen masyarakat di Sukabumi merencanakan aksi demonstrasi bersama pada Senin 1 September 2025. Massa aksi akan menyuarakan sejumlah isu terkini, pasca meningkatkan eskalasi aksi-aksi kekerasan dan kerusakan yang menyertai demonstrasi massa di berbagai wilayah Indonesia.

Aris Gunawan selaku Koordinator Aksi sekaligus Ketua GMNI Sukabumi Raya tak membantah hal tersebut. Ia hanya meluruskan informasi bahwa aksi tersebut bukan atas nama mahasiswa.

Baca Juga: Pertandingan Super League Persib Bandung vs Borneo FC Resmi Ditunda

“Rencananya untuk titik lokasi itu di Polres Sukabumi Kota, Balai Kota dan DPRD, kita akan bergerak mulai pukul 13:00 Wib besok dengan jumlah massa masih dinamis karena kemungkinan akan ada banyak elemen yang ikut bergabung,” ujar Aris saat dihubungi sukabumiupdate.com pada Minggu (31/8/2025).

“Tidak menuntut kemungkinan aksi juga akan dihadiri elemen warga lainnya. Buruh, tani, ojol dan elemen lainnya karena ini aksi rakyat bukan atas nama mahasiswa,” tambah dia.

Adapun isu yang akan disuarakan kata Aris, adalalah aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan selaku korban represifitas aparat. Selain itu terkait banyaknya kebijakan DPR yang dianggap timbang di tengah kesulitan masyarakat saat ini.

Baca Juga: Otak Indonesia di Balik Teknologi Gemini AI, Raksasa Mesin Pencari Google

“Tuntutannya sendiri perihal solidaritas untuk almarhum Affan, tentang aksi represifitas aparat, lalu juga perihal kebijakan DPR yang hari ini menjadi problem di tengah situasi masyarakat yang seperti ini,” pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini