Hakim Beda Pendapat, Oknum Guru Terdakwa Pencabulan di Sukabumi Divonis Bebas

Jumat 27 Oktober 2023, 20:09 WIB
Suasana sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kota Sukabumi. Jumat (27/10/2023) | Foto : Asep Awaludin

Suasana sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kota Sukabumi. Jumat (27/10/2023) | Foto : Asep Awaludin

SUKABUMIUPDATE.com - CS (51 tahun), seorang  terdakwa kasus dugaan tindak pidana pencabulan terhadap muridnya di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Sukabumi dinyatakan bebas oleh majelis hakim. Jumat (27/10/2023).

Sidang putusan itu dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) kelas IB Kota Sukabumi yang dipimpin oleh Hakim Ketua Eka Desi Prasetia dan dua Hakim Anggota Miduk Sinaga dan Christoffel Harianja.

Mulanya kasus dugaan pencabulan itu dilaporkan ke Polres Sukabumi Kota pada 17 Maret 2023 lalu. Sebelumnya dikatakan bahwa korban dugaan pencabulan itu hanya dua orang yakni ZA (15 tahun) dan SY (15 tahun). Namun seiring berjalannya proses penyelidikan terungkap satu orang siswi inisial RA (15 tahun) yang juga diketahui sebagai korban.

Baca Juga: Desa Rambay di Tegalbuleud Sukabumi Siapkan Agrowisata Pepaya California

Diketahui, CS yang merupakan seorang guru itu divonis bebas setelah dua Hakim Anggota yakni Miduk Sinaga dan Christoffel Harianja membacakan pendapatnya dan memutuskan bahwa CS dinyatakan tidak terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

Di dalam persidangan, sebelumnya kasus dugaan pencabulan itu dibacakan oleh Hakim Anggota Miduk Sinaga yang berpendapat bahwa keterangan dari korban anak dan saksi anak tidak menunjukkan hasil yang sama.

"Dengan ini menyatakan terdakwa CS tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan tunggal. Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan penuntut umum," kata Miduk di dalam persidangan pada Jumat (27/10/2023).

Berbeda dengan dua Hakim Anggota lainnya, Eka sebagai Hakim Ketua dalam sidang putusan itu memiliki pandangan berbeda terkait kasus tersebut. Dia menilai terdakwa CS terbukti bersalah. Bukan hanya dampak fisik, terdakwa juga memberikan dampak psikis bagi korban anak hingga melukai dirinya hingga mendapatkan luka gores dan lecet di beberapa bagian tubuh.

Baca Juga: Peran Strategis KPPN dalam Penyaluran Transfer ke Daerah

"Hakim Ketua berpendapat bukan hanya kekerasan fisik saja namun juga psikis yang membuat korban terintimidasi, takut, ancaman terhadap korban ZA dan SY. Korban ZA dan SY merasa takut karena terdakwa guru IPS (mengancam tidak mendapatkan nilai). Terlebih anak korban SY disebutkan korban merasa malu hingga melukai diri sendiri," kata Eka.

Tak hanya itu, Eka menyebut bahwa CS berhak mendapatkan hukuman pidana 8 tahun penjara, menurutnya kesaksian dari tiga orang korban itu tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

"Menimbang harus dilihat jumlah (korban) tiga orang yang kesaksiannya tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Jika hanya satu anak korban bisa kemungkinan tidak sengaja namun jika 2-3 dapat memberikan petunjuk pada Hakim Ketua bahwa memang terdakwa melakukan perbuatan cabul pada anak korban dengan unsur kesengajaan," jelasnya.

Kendati demikian, perbedaan pendapat di dalam sidang putusan antara Hakim Ketua dan Hakim Anggota di dalam persidangan itu biasa disebut dengan dissenting opinion sehingga tetap memutuskan terdakwa tidak terbukti bersalah.

Baca Juga: Fikri: Sumpah Pemuda adalah Momen Milenial Indonesia Berjuang untuk Perubahan

"Dengan ini menyatakan terdakwa CS tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan tunggal. Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan penuntut umum," ucap Miduk.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Sehat13 April 2024, 09:00 WIB

Bisa Atasi Depresi, 8 Manfaat Asam Lemak Omega-3 untuk Kesehatan

Potensi manfaat kesehatan dari omega-3 termasuk melindungi kesehatan jantung, fungsi otak, kesehatan mata, dan menurunkan risiko beberapa penyakit kronis.
Ilustrasi - Asam lemak omega-3 adalah nutrisi penting yang dikonsumsi melalui makanan atau suplemen. (Sumber : Freepik.com).
Motor13 April 2024, 08:00 WIB

10 Hal yang Harus Anda Siapkan Sebelum Membeli Motor Baru

Dengan mempersiapkan hal-hal berikut, Updaters dapat memastikan bahwa Anda siap untuk membeli motor baru dan mendapatkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda.
Ilustrasi. Kendaraan roda dua. Ini Hal yang Harus Anda Siapkan Sebelum Membeli Motor Baru. Sumber foto : Pexels/Quang Nguyen Vinh
Life13 April 2024, 07:00 WIB

Jangan Diremehkan! Ini 10 Kebiasaan Sepele yang Bisa Membuat Anak Stres

Menghindari kebiasaan-kebiasaan sepele penyebab anak stres dan menciptakan lingkungan yang positif, penuh kasih serta mendukungnya merupakan kunci untuk membantu anak mengatasi stres dan berkembang dengan baik secara emosional.
Ilustrasi. Kebiasaan Sepele yang Bisa Membuat Anak Stres Ini Jangan Pernah Diremehkan! (Sumber : pixabay.com/@ DigitalPhotoandDesignDigiPD.com)
Food & Travel13 April 2024, 06:00 WIB

Cara Membuat Air Rebusan Daun Jambu Biji Sebagai Obat Tradisional

Daun jambu biji memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti diare, gangguan pencernaan, dan infeksi saluran kemih.
Ilustrasi. Daun Jambu Biji. Cara Membuat Air Rebusan Daun Jambu Biji Sebagai Obat Tradisional. (Sumber : pexels.com/RanjeerChauhan)
Science13 April 2024, 05:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 13 April 2024, Berpotensi Diguyur Hujan Sejak Siang Hari

Prediksi cuaca hari ini 13 Desember 2024 wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi, Cianjur, Bogor, Bandung dan sekitarnya.
Ilustrasi - Prediksi cuaca hari ini 13 Desember 2024 wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi, Cianjur, Bogor, Bandung  dan sekitarnya. (Sumber : Freepik.com/@pvproductions).
Sukabumi12 April 2024, 22:59 WIB

Retribusi Pantai Minajaya Dikomplain Tak Sesuai Fasilitas, Ini Kata Dispar Sukabumi

Retribusi ke kawasan Pantai Minajaya Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan warga. Pasalnya tarif yang dikenakan mengalami kenaikan, bahkan dianggap terlalu mahal dan tidak wajar.
Pos Retribusi Pantai Minajaya Surade Sukabumi | Foto : Ragil Gilang
Sukabumi12 April 2024, 22:33 WIB

Operasional Tol Bocimi Seksi 2 Dibuka hingga Malam Hari Kecuali Hujan

Tol Bocimi Seksi 2 dari arah Sukabumi menuju Bogor-Jakarta dibuka hingga malam hari, sekira pukul 19.00 WIB, berbeda dengan hari pertama kemarin yang sudah ditutup pada sore hari.
Buka tutup tol Bocimi seksi 2 saat libur lebaran | Foto : Ibnu Sanubari
Sukabumi12 April 2024, 22:23 WIB

Urai Kemacetan di Lebaran H+2, Polisi Terapkan Skema One Way di Sekitar Exit Tol Parungkuda

Rekayasa lalu lintas satu arah alias one way di sepanjang ruas jalan Nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di sekitar Gerbang Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, telah berakhir pada Jumat (12/4/2024).
Polantas berlakukan skema one way di sekitar Exit Tol Parungkuda Sukabumi | Foto : Ibnu Sanubari
Sehat12 April 2024, 21:00 WIB

Darah Tinggi: 10 Makanan Aman untuk Dikonsumsi dan Mana yang Harus Dihindari

Pola makan yang kaya sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan rendah lemak jenuh, gula, dan alkohol dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda.
Ilustrasi Yoghurt dan Parfait Buah - Untuk membantu menurunkan tekanan darah secara alami, apa yang Anda makan dapat memainkan peran penting. (Sumber : pexels.com/@Nicola Barts)
Sukabumi12 April 2024, 20:59 WIB

Gegara Sopir Ambil Air Mineral, Mobil Berpenumpang Pasien Masuk Jurang di Waluran Sukabumi

Berikut kronologi kecelakaan tunggal mobil berpenumpang pasien masuk jurang sedalam sekitar 7 meter di Waluran Sukabumi.
Kondisi mobil yang masuk ke jurang sedalam 7 meter di Waluran Sukabumi. (Sumber : Istimewa)