SUKABUMIUPDATE.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali melakukan aksi blusukan ke berbagai wilayah di Jawa Barat. Menariknya, kali ini KDM memilih menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau pelosok dan menganalisis langsung kondisi pembangunan di lapangan.
"Hari ini adalah momen pertama saya kembali menggunakan kendaraan bermotor untuk berkeliling Jawa Barat. Kita akan berputar ke seluruh pelosok wilayah untuk menemukan berbagai hal dan menganalisis kekurangan pembangunan," ungkap KDM melalui kanal YouTube pribadinya.
Memulai perjalanan dari kediamannya di Lembur Pakuan, Subang, KDM tampak memacu motor gede (moge) bergaya retro-adventure yang mencuri perhatian.
Identitas dan Legalitas Kendaraan
Motor yang ditunggangi KDM adalah Triumph Scrambler 1200 XE berkelir putih-hijau. Berdasarkan penelusuran pada data pelat nomor T 4999 DM di laman Bapenda Jabar, kendaraan ini memiliki status legalitas yang tertib. Pajak tahunannya tercatat aktif hingga 15 Juni 2027, dengan masa berlaku STNK hingga 2030.
Total pajak tahunan motor ini mencapai Rp7.799.100, yang terdiri dari PKB Pokok sebesar Rp4.648.200 dan Opsen PKB Pokok senilai Rp3.067.900.
Baca Juga: Tingkat Kepuasan Publik 95,5 Persen, KDM: Itu Cerminan Kecintaan Warga, Bukan Keberhasilan
Performa Mesin dan Spesifikasi Gahar
Sebagai moge kelas atas asal Inggris, Triumph Scrambler 1200 XE memang dirancang untuk melahap berbagai medan, baik aspal mulus maupun jalur off-road ringan. Berikut adalah detail spesifikasinya:
- Mesin: 1.200 cc, Liquid-cooled, 8 valve, SOHC, parallel-twin dengan 270° crank angle.
- Performa: Tenaga maksimal mencapai 89 dk pada 7.000 rpm dan torsi puncak sebesar 110 Nm pada 4.250 rpm.
- Teknologi: Mengadopsi sistem Ride-by-Wire dan multipoint sequential electronic fuel injection untuk respons gas yang lebih presisi.
- Dimensi Mesin: Bore 97,6 mm dan stroke 80 mm dengan rasio kompresi 11:1.
Kenyamanan untuk Touring Jarak Jauh
Meski memiliki bobot yang cukup berisi, Scrambler 1200 XE dikenal ramah bagi pengendara jarak jauh. Posisi duduk yang relatif rendah dikombinasikan dengan setang yang tinggi dan lebar memberikan posisi berkendara yang tegak dan rileks. Hal ini sangat menunjang aktivitas KDM yang seringkali harus berhenti mendadak untuk menyapa warga atau memeriksa kondisi infrastruktur jalan di Jabar.
Sumber: Suara.com





