Korban Kritis Meninggal, Kecelakaan Maut di Tegalbuleud Sukabumi Renggut 3 Nyawa

Minggu 11 Juni 2023, 11:27 WIB
Ilustrasi korban. 3 Orang tewas dalam kecelakaan maut di jalan raya Tegalbuleud-Cikaso, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : Istimewa/pixabay).

Ilustrasi korban. 3 Orang tewas dalam kecelakaan maut di jalan raya Tegalbuleud-Cikaso, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : Istimewa/pixabay).

SUKABUMIUPATE.com - Korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya Tegalbuleud-Cikaso, Kabupaten Sukabumi, menjadi 3 orang. Korban kecelakaan maut itu bertambah setelah Rijwan (20 tahun) yang sebelumnya kritis dinyatakan meninggal dunia di RSUD Jampangkulon pada Minggu (11/6/2023) pagi.

Adapun 2 korban kecelakaan maut lainnya yaitu Agus (20 tahun) dan Dewa (20 tahun) meninggal pada Sabtu malam 10 Juni 2023.

Agus dan Rijwan merupakan warga Kampung Cipangkalan RT 03/08, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud. Adapun Dewa adalah warga Kabupaten Cianjur.

Baca Juga: Deretan 13 Film Jepang yang Tidak Lulus Sensor dan Dilarang Tayang di Dunia

Kepala Desa Buniasih Badrudin membenarkan korban tabrakan yang dirawat di RSUD Jampangkulon meninggal dunia pada Minggu pukul 09.30 WIB.

Dengan demikian warga Desa Buniasih yang menjadi korban kecelakaan maut itu 2 orang yaitu Agus dan Rijwan.

“Jadi warga Desa Buniasih 2 korban meninggal dunia, yang satu atas nama Agus sudah dimakamkan di TPU Cipangkalan pada Sabtu pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Baca Juga: 4 Wisatawan asal Jaksel Terseret Ombak di Pantai Pasir Putih Sukabumi, 1 Hilang

Kronologis Kecelakaan Maut

Kecelakaan maut di jalan raya Tegalbuleud - Cikaso, tepatnya Kampung Ciogong RT 002/006, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi terjadi pada Sabtu, 10 Juni 2023 sekitar pukul 21.15 WIB.

Kecelakaan ini melibatkan 2 sepeda motor yaitu Honda Beat warna hijau bernopol F 3674 UI yang dikemudikan Agus dan membonceng Rijwan, kemudian satu motor lagi yaitu Honda Revo Absolute F 4638 BO, yang dikemudikan Dewa (20 tahun) warga Kampung Ciawitali RT 004/004, Desa Bojongkaso, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.

Kapolsek Tegalbuleud AKP Aap Saripuddin mengatakan Honda Beat yang melaju dari arah Desa Tegalbuleud menuju arah Desa Buniasih tabrakan dengan Honda Revo yang datang dari arah sebaliknya.

Baca Juga: Guru Raden Kian Santang Wafat di Sukabumi, Sutrisna Subandi: Artis dan Pendidik

"Menurut keterangan saksi-saksi bahwa Honda Beat hendak menyalip kendaraan didepannya, namun oleng dan masuk jalur lawan dan dari arah berlawanan datang Honda Revo dengan kecepatan sedang lalu tabrakan pun tidak bisa dihindarkan," kata Aap kepada sukabumiupdate.com.

Aap mengatakan kejadian tersebut menyebabkan pengemudi Honda Beat yaitu Agus mengalami kritis dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Tegalbuleud. Adapun Rijwan yang kritis langsung dibawa ke Puskesmas Tegalbuleud lalu dirujuk ke RSUD Jampangkulon. Sedangkan pengemudi Honda Revo meninggal dunia di TKP.

"Kejadian laka lantas sudah ditangani unit laka Polres Sukabumi," imbuhnya.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkait
Berita Terkini
Figur22 Mei 2024, 16:18 WIB

Dompet Dhuafa Lahirkan Wanita Tangguh, Yuyum Susilawati Kuliahkan Anak dari Beternak

Yuyum hanya sebagian kecil dari mayoritas mitra laki-laki yang mengelola ternak pada umumnya.
Yuyum Susilawati berasal dari Sukabumi. | Foto: Dompet Dhuafa
Food & Travel22 Mei 2024, 16:15 WIB

5 Pantai Terindah yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Liburan ke Ujunggenteng Sukabumi

Liburan ke Pantai-pantai di Ujunggenteng adalah hal yang menarik dan wajib dikunjungi saat liburan.
Pantai Karang Gantungan - Liburan ke Pantai-pantai di Ujunggenteng adalah hal yang menarik dan wajib dikunjungi saat liburan. (Sumber : Instagram/@a_pennn)
Inspirasi22 Mei 2024, 16:00 WIB

Bangun Personal Branding, 11 Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan bagi Fresh Graduate

Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan bagi Fresh Graduate: Sesuaikan Surat Lamaran: Tulis surat lamaran yang disesuaikan untuk setiap posisi. Jelaskan mengapa Anda tertarik pada perusahaan dan bagaimana keterampilan Anda cocok untuk pekerjaan itu.
Ilustrasi. Menganggur, Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan bagi Fresh Graduate (Sumber : Pexels/TimGouw)
Nasional22 Mei 2024, 15:30 WIB

Inilah Daftar Pasal Kontroversial RUU Penyiaran yang Diprotes Jurnalis Sukabumi

Sejumlah pasal dalam draf Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran atau RUU Penyiaran menuai polemik.
Aksi para jurnalis Sukabumi menolak RUU Penyiaran di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (22/5/2024) | Foto : Asep Awaludin
Keuangan22 Mei 2024, 15:03 WIB

Sinergi BJBS KCP Palabuhanratu, MKKS dan LW Doa Bangsa dalam Penguatan Ekonomi Syariah

Bank BJB Syariah KCP Palabuhanratu menginisiasi pertemuan dengan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Rayon Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/5/2024).
Pertemuan dan silaturahmi BJBS KCP Palabuhanratu, MKKS dan LW Doa Bangsa membahas Penguatan Ekonomi Syariah | Foto : Ist
Sukabumi22 Mei 2024, 15:02 WIB

Tolak Revisi UU Penyiaran, Jurnalis Sukabumi Paparkan Pasal Bermasalah di Depan DPRD

Para orator menegaskan revisi UU Penyiaran akan mempersempit ruang gerak jurnalis.
Aksi unjuk rasa jurnalis menolak revisi UU Penyiaran saat menuju depan gedung DPRD Kota Sukabumi di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (22/5/2024). | Foto: Istimewa
Inspirasi22 Mei 2024, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Sebagai Chef & Lifeguard, dengan Penempatan di Sukabumi

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Lowongan Kerja Sebagai Chef & Lifeguard, dengan Penempatan di Sukabumi (Sumber : Istimewa)
Life22 Mei 2024, 14:45 WIB

6 Pantai Angker yang Punya Cerita Mistis di Indonesia, Salah Satunya di Sukabumi

Indonesia selain memiliki keindahan alamnya, tetapi juga mempunyai cerita mistis dibaliknya yang terletak di daerah pantai. Bahkan sejarah dari pantai tersebut memiliki keangkeran cukup seram
Ilustrasi Pantai angker yang punya cerita mistis di Indonesia (Sumber : Pexels.com/@arnaudaudoin)
Jawa Barat22 Mei 2024, 14:42 WIB

Jadi Kuli Bangunan di Bandung? Foto Pegi Alias Perong DPO Kasus Vina Cirebon Beredar

Bersama 2 lainnya, Perong menjadi DPO selama 8 tahun, setelah dinyatakan kabur pasca pembunuhan dan pemerkosaan vina serta kekasihnya Eki pada 2016.
Foto pria yang disebut sebagai Pegi alias perong beredar pasca penangkapan di Bandung (Sumber: istimewa)
Sehat22 Mei 2024, 14:30 WIB

Berapa Seharusnya Kadar Asam Urat yang Normal? Simak Penjelasannya Disini

Kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) mungkin disebabkan oleh peningkatan produksi atau penurunan pembersihan asam urat dari dalam tubuh.
Ilustrasi - Kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) mungkin disebabkan oleh peningkatan produksi atau penurunan pembersihan asam urat dari dalam tubuh. (Sumber : Freepik.com/@stefamerpik)