Gianni Infantino Terancam Diselidiki Parlemen Eropa usai Cabut Sanksi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026

Sukabumiupdate.com
Rabu 08 Jul 2026, 09:32 WIB
Gianni Infantino Terancam Diselidiki Parlemen Eropa usai Cabut Sanksi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026

Donald Trump melakukan komunikasi dengan FIFA mengenai kartu merah Florian Balogun (Sumber: web/reuteus.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Para anggota parlemen Eropa tengah mengumpulkan butki untuk melakukan penyelidikan di Parlemen Eropa terhadap presiden FIFA, Gianni Infantino atas keputusannya menangguhkan hukuman kartu merah untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun yang sempat dihukum di laga menghadapi Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar Piala Dunia 2026

Meski mendapatkan kartu merah, Balogun tetap dapat bermain membela Amerika Serikat saat kalah dari Belgia setelah FIFA mencabut larangan bermain untuk pemain AS Monaco tersebut. Keputusan FIFA tersebut dilandaskan atas keputusan Donald Trump selaku presiden Amerika Serikat untuk memberikan intervensi terhadap Gianni Infantino. 

Baca Juga: Mesir Kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026, Hossam Hassan: Kepemimpinan Wasit Jujur Janggal

Anggota Parlemen Eropa Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa keputusan FIFA untuk “mengubah aturan tentang skorsing kartu merah di tengah turnamen adalah aib dan penyimpangan keadilan. Sekali lagi, kita telah melihat Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan Trump,” ujarnya.. 

Anggota parlemen meminta untuk asosiasi sepak bola negara Uni Eropa untuk mendorong Komite Etika FIFA menyelidiki hal tersebut serta menyelidiki mengenai keterkaitan Donald Trump atas keputusan tersebut. 

Baca Juga: Argentina vs Swiss: Head to Head, Jadwal, dan Peluang Lionel Messi Cetak Rekor di Piala Dunia 2026

FIFA menyatakan bahwa pencabutan sanksi tersebut merupakan keputusan komite disiplin. Para anggota parlemen mengatakan bahwa sejauh ini 35 rekan mereka telah menandatangani surat tersebut. “Keindahan olahraga terletak pada aturannya yang tidak memihak dan transparan. Ketika Infantino membiarkan tekanan politik menentukan siapa yang boleh bermain, rasa keadilan ini hilang begitu saja,” tutup pernyataan tersebut.

Sumber: dari berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini