SUKABUMIUPDATE.com - Pelatih Mesir, Hossam Hassan memberikan komentar setelah pertandingan timnya menghadapi Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Ia mengatakan bahwa M. Salah dkk menjadi korban ketidakadilan atas kepemimpinan wasit.
Argentina berhasil mengembalikan keadaan setelah tertinggal dua gol dari Mesir. Gol dari Lionel Messi, Christian Romero dan Enzo Fernandez pastikan kemenangan Argentina dan akan menantang Swiss di perempat final.
Jajaran pelatih Mesir sempat marah atas gol yang dianulir setelah adanya peninjauan dari VAR dan wasit tak menggubris pelanggaran yang dilakukan Alexis Mac Allister saat terjadinya gol Enzo Fernandez di waktu tambahan. Hassan mengatakan bahwa Mesir kalah oleh faktor eksternal yang terjadi di lapangan.
"Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan, lebih baik dalam segala hal tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan. Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan." ujarnya dilansir dari espn.
Baca Juga: Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026
Laga tersebut dipimpin oleh wasit asal Prancis, François Letexier. Seusai pertandingan, Hassan mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengajukan keberatan atas penunjukan Letexier bahkan sebelum pertandingan dimulai. Ia juga menyoroti keputusan tim Video Assistant Referee (VAR) yang dinilai tidak meminta sang wasit untuk meninjau kembali insiden dugaan pelanggaran Alexis Mac Allister, meski menurutnya momen tersebut layak mendapat pemeriksaan ulang.
"Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil ini. Kami keberatan dengan pemilihan wasit karena situasi dengan Prancis di final Piala Dunia 2022 lalu. Tetapi setiap orang harus menderita pada suatu titik, dan kami menderita." tambahnya.
Hassan pun mengatakan bahwa dirinya mempertanyakan saat penalti dianulir bahkan tak ada tinjauan pada VAR dan gol kedua dari Mesir yang dianulir. "Kami belum melihat rasa hormat atau permainan yang adil. Penalti dianulir. Itu bahkan tidak diperiksa oleh VAR, dan gol kedua kami secara mengejutkan, entah karena alasan apa, dianulir." ujanya.
Sumber: espn.com





