SUKABUMIUPDATE.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi memberikan apresiasi terhadap program One Village One Department (OVOD) yang dijalankan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Bapperida Kabupaten Sukabumi, Yuki Ramdan Priana, usai menghadiri pelepasan 720 mahasiswa peserta KKN UMMI Tahun 2026 di Kampus UMMI, Senin (6/7/2026).
Menurut Yuki, OVOD bukan sekadar program pengabdian masyarakat yang bersifat seremonial, melainkan sebuah langkah inovatif dan strategis dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan desa.
"Kami melihat OVOD bukan sekadar program pengabdian biasa. Ini adalah langkah inovatif dan strategis. Pendekatan pengabdian yang terintegrasi dan berkelanjutan oleh setiap Program Studi di satu desa binaan, akan memberikan dampak yang jauh lebih nyata bagi masyarakat," ujar Yuki kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Sekda Sukabumi Lepas 720 Mahasiswa KKN UMMI, Diminta Jadi Agen Perubahan di Desa
Ia menilai fokus program yang diarahkan pada penyelesaian berbagai persoalan strategis di desa sangat sejalan dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
"Terlebih lagi, fokus dosen dan mahasiswa pada penyelesaian isu krusial seperti pengelolaan sampah, percepatan penurunan stunting, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sangat sejalan dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan di Kabupaten Sukabumi," katanya.
Yuki juga meyakini keterlibatan langsung akademisi dan mahasiswa di tengah masyarakat akan menghasilkan berbagai temuan lapangan dan inovasi yang dapat mendukung penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
"Bapperida percaya, kehadiran akademisi dan mahasiswa langsung di tengah masyarakat akan menghasilkan temuan lapangan dan inovasi yang luar biasa. Data dan praktik baik dari program OVOD ini tentu akan menjadi fondasi yang sangat berharga bagi kami, untuk terus merumuskan kebijakan dan inovasi daerah yang tepat sasaran," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMI, Jujun Ratnasari, menjelaskan bahwa KKN merupakan bagian dari kurikulum akademik yang bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
"KKN bertujuan agar mahasiswa dapat mengasah kemampuan bersosialisasi, berkolaborasi, meningkatkan kreativitas dan inovasi, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat serta memaksimalkan potensi yang dimiliki desa," ujarnya.
Tahun ini, KKN UMMI diikuti oleh 720 mahasiswa yang terbagi ke dalam lima skema pengabdian. Sebanyak 703 mahasiswa diberangkatkan dalam pelepasan tersebut, sementara peserta lainnya mengikuti KKN Muhammadiyah-Aisyiyah dan KKN Internasional yang dilaksanakan pada waktu berbeda.
Program OVOD menjadi skema terbesar dengan melibatkan 438 mahasiswa yang ditempatkan di 22 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Fokus utama program ini adalah penanganan stunting dan pengelolaan sampah.
Selain OVOD, UMMI juga menjalankan KKN Sinergi yang melibatkan 148 mahasiswa di 10 desa di Kecamatan Warungkiara dengan fokus mitigasi bencana, serta KKN Khusus yang mengintegrasikan penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Program OVOD sendiri merupakan tindak lanjut dari Saresehan OVOD yang sebelumnya digagas UMMI sebagai model kolaborasi antara kampus dan desa untuk mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal. (adv)





