Mengapa Seseorang Melakukan Perundungan? Ini 7 Alasan Utama dan Cara Menghadapinya

Sukabumiupdate.com
Kamis 08 Jan 2026, 19:00 WIB
Mengapa Seseorang Melakukan Perundungan? Ini 7 Alasan Utama dan Cara Menghadapinya

Ilustrasi Mengapa Seseorang Melakukan Perundungan? Ini 7 Alasan Utama dan Cara Menghadapinya (Sumber: Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Perundungan adalah perilaku menyakiti orang lain secara sengaja dan berulang, baik melalui kata-kata, tindakan fisik, tekanan sosial, maupun dunia digital. 

Meski sering dianggap sepele atau “bagian dari kehidupan”, perundungan dapat meninggalkan luka psikologis yang dalam dan berdampak jangka panjang. Lalu, mengapa seseorang melakukan perundungan? Berikut alasan paling umum di balik perilaku ini, sekaligus cara efektif untuk menghadapinya.

Alasan Seseorang Melakukan Perundungan

1. Pernah Mengalami Trauma Emosional

Banyak pelaku perundungan sebenarnya membawa luka batin dari masa lalu. Mereka mungkin pernah disakiti, diabaikan, atau diperlakukan tidak adil, tetapi tidak memiliki keterampilan untuk mengelola emosi tersebut dengan sehat. Akibatnya, rasa sakit itu dilampiaskan kepada orang lain.

Baca Juga: Waspada Super Flu pada Anak, Flu Berat yang Bisa Bertahan Lebih Lama

2. Merasa Tidak Aman dengan Diri Sendiri

Rasa rendah diri sering mendorong seseorang untuk merendahkan orang lain. Dengan melakukan perundungan, pelaku merasa lebih unggul, berkuasa, atau diterima dalam lingkungan sosialnya. Perilaku ini sering muncul di lingkungan yang kompetitif, baik di sekolah maupun tempat kerja.

3. Pernah Menjadi Korban Perundungan

Ironisnya, sebagian pelaku perundungan dulunya adalah korban. Mereka merundung orang lain sebagai mekanisme pertahanan, menyerang lebih dulu agar tidak diserang kembali. Pola ini tidak sehat, tetapi cukup umum terjadi.

4. Meniru Perilaku yang Dipelajari

Perundungan juga bisa menjadi perilaku yang dipelajari. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan penuh kekerasan verbal atau emosional cenderung meniru apa yang mereka lihat. Pada orang dewasa, budaya kerja atau komunitas yang permisif terhadap perilaku kasar dapat memperkuat kebiasaan ini.

5. Keterampilan Sosial yang Buruk

Beberapa pelaku perundungan kesulitan mengelola konflik, mengungkapkan emosi, atau membangun relasi sehat. Alih-alih berkomunikasi dengan baik, mereka memilih jalan agresif untuk mengekspresikan frustasi atau kecemburuan.

Baca Juga: Mengenal Parentifikasi: Saat Anak Dipaksa Dewasa Sebelum Waktunya

6. Merasa Aman karena Anonimitas

Di era digital, perundungan daring meningkat pesat. Anonimitas membuat pelaku merasa tidak bertanggung jawab atas kata-kata dan tindakannya. Bersembunyi di balik layar sering membuat mereka lebih berani dan kejam dibandingkan saat berhadapan langsung.

7. Kurangnya Empati

Sebagian pelaku perundungan sulit memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain. Mereka fokus pada kekuasaan dan perhatian tanpa memikirkan dampak emosional yang ditimbulkan pada korbannya.

Cara Efektif Menghadapi Pelaku Perundungan

Menghadapi perundungan bukan hal mudah, tetapi ada langkah-langkah yang dapat membantu:

  • Akui bahwa perundungan tidak dapat diterima dan bukan kesalahan korban.
  • Jangan membalas dengan perundungan, karena hal ini sering memperburuk situasi.
  • Ceritakan pada orang terpercaya, seperti guru, atasan, keluarga, atau teman.
  • Bersikap tegas dan asertif jika memungkinkan, dengan menyampaikan bahwa perilaku tersebut tidak dapat diterima.
  • Cari dukungan sosial, karena pelaku cenderung mundur ketika korban tidak sendirian.
  • Kurangi interaksi dengan pelaku jika aman untuk dilakukan, terutama dalam kasus perundungan daring.
  • Utamakan keselamatan, dan jangan ragu mencari bantuan profesional atau pihak berwenang jika ada ancaman serius.

Perundungan memang masih menjadi bagian dari realitas sosial, tetapi bukan sesuatu yang harus dinormalisasi.

Baca Juga: 30 Link Twibbon Isra Miraj 2026, Gratis Tinggal Langsung Pasang!

Dengan memahami alasan di balik perilaku perundungan dan mengetahui cara menghadapinya, kita bisa melindungi diri sendiri sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan empatik. Ingat, perundungan selalu mencerminkan masalah pelakunya, bukan nilai diri Anda.

Sumber: verywellmind

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini