H-7 Lebaran, Penumpang Bus di Terminal Sukabumi Anjlok hingga 50 Persen

Sukabumiupdate.com
Sabtu 14 Mar 2026, 08:20 WIB
H-7 Lebaran, Penumpang Bus di Terminal Sukabumi Anjlok hingga 50 Persen

Suasana di terminal KH A Sanusi Sukabumi H - 7 Lebaran Idul Fitri 2026 (Sumber: Sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Aktivitas arus mudik Lebaran di Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, belum menunjukkan peningkatan signifikan. Menjelang Idulfitri, suasana terminal masih terlihat relatif lengang dan belum dipadati pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman menggunakan bus.

Di sejumlah loket agen bus antarprovinsi, petugas tampak masih menunggu calon penumpang yang datang memesan tiket. Namun hingga saat ini jumlah pemesanan disebut tidak seramai musim mudik pada tahun-tahun sebelumnya.

Agen PO Rajawali Sukabumi, Ganjar Febrian, mengatakan biasanya pada H-7 Lebaran pemesanan tiket sudah mulai meningkat tajam. Namun pada musim mudik tahun ini kondisinya justru menurun. Ganjar menyebut, “tahun ini nge-drop, biasanya H-7 itu sudah mulai penuh. Kalau sekarang masih belum ada perkembangan.” ujarnya saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Jumat sore (13/3/2026).

Baca Juga: Limbah Dapur SPPG Cibeureum Buniasih Dikeluhkan Warga, Perbaikan IPAL Rampung Setelah Lebaran

Ganjar menuturkan pemesanan tiket memang sudah mulai masuk melalui sistem daring maupun telepon. Meski begitu, antusiasme pemudik disebut tidak sebesar tahun sebelumnya. “Booking sudah ada, tapi nggak seantusias tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, rute antarprovinsi menuju Jawa Tengah masih menjadi tujuan favorit pemudik asal Sukabumi. Dari sejumlah kota tujuan tersebut, Wonogiri menjadi salah satu tujuan yang paling banyak diminati. “Paling banyak tujuan ke Jawa Tengah, antarprovinsi. Yang paling banyak ke Wonogiri,” kata Ganjar.

Ia memperkirakan jumlah penumpang bus pada musim mudik tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Bahkan penurunannya disebut hampir mencapai setengah dari jumlah penumpang pada periode yang sama. “Dibanding tahun kemarin hampir 50 persen ada. Tahun sekarang penumpangnya kurang,” ucapnya.

Baca Juga: Skema Antisipasi Macet di Exit Tol Fungsional Bocimi Seksi 3, Polisi Siapkan One Way hingga Stiker Khusus

Ganjar menduga kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat mudik menggunakan bus. Selain itu, keberadaan travel ilegal juga dinilai turut berdampak terhadap berkurangnya jumlah penumpang.

Akibat menurunnya jumlah penumpang, armada yang diberangkatkan pun ikut berkurang. Jika biasanya pada H-7 Lebaran pihaknya dapat memberangkatkan hingga empat unit bus per hari, kini hanya dua unit yang beroperasi. “Sekarang kita tiap hari jalan dua unit. Biasanya H-7 bisa sampai empat unit,” ujarnya.

Sementara itu, sopir bus MGI jurusan Sukabumi–Bandung, Dedi (50), juga merasakan hal serupa. Ia mengatakan jumlah penumpang yang naik dari Sukabumi masih belum seramai tahun lalu meski Lebaran semakin dekat. “Biasa-biasa aja. Belum ramai, kaya hari-hari biasa, nggak kaya tahun kemarin,” kata Dedi.

Baca Juga: Sukabumi Darurat Asusila! Tokoh Pers: Jangan Kejar Tayang, Patuhi KEJ dan PPRA!

Untuk tarif perjalanan Sukabumi–Bandung sendiri saat ini masih berkisar Rp55 ribu per penumpang. Meski ada kemungkinan kenaikan, hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari dinas terkait. “Sekarang masih Rp55 ribu, paling jatuhnya Rp60 sampai Rp65 ribu,” pungkasnya.

Dedi memperkirakan lonjakan penumpang kemungkinan baru akan terjadi mendekati H-5 Lebaran, terutama untuk perjalanan dari Bandung menuju Sukabumi yang biasanya lebih ramai menjelang hari raya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini