Karhutla Kabupaten Sukabumi Terluas di Jabar, Dampak Kekeringan di Kota Sukabumi Capai 31 Ribu Jiwa

Sukabumiupdate.com
Selasa 25 Agu 2026, 18:39 WIB
Karhutla Kabupaten Sukabumi Terluas di Jabar, Dampak Kekeringan di Kota Sukabumi Capai 31 Ribu Jiwa

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Perum Perhutani di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat mencatat hingga 24 Agustus 2026, Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah dengan kejadian Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) terluas. Area lahan dan hutan yang terbakar di Jawa Barat sendiri sudah mencapai 200 hektar.

Hingga tanggal tersebut tercatat 132 kejadian karhutla dengan total luas area yang terbakar sekitar 196,40 hektare. Kebakaran tersebar di 19 kabupaten dan kota, 153 desa atau kelurahan di 91 kecamatan.

“Jadi yang perlu menjadi perhatian bukan hanya luas lahan yang terbakar tetapi juga sebarannya yang sudah cukup luas di Jawa Barat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, dilansir dari Tempo.co, Selasa 25 Agustus 2026.

Baca Juga: Persiapan Musda XI Golkar Sukabumi, DPD Jabar Tegaskan Pencalonan Ketua Berjalan Normatif

Karhutla tahun ini di Jawa Barat lanjut Teten Ali sudah terjadi sejak 25 Februari 2026 yakni kebakaran lahan di Kabupaten Bandung. Kemudian, intensitas kejadiannya semakin tinggi mulai Juni 2026.

Dengan kondisi potensi yang masih akan berlangsung dan memiliki periode puncak hingga September 3036 potensi penambahan kejadian masih harus diwaspadai. “BMKG 

Kabupaten Sumedang tercatat sebagai wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak yaitu 20 kali di 21 desa dalam 11 kecamatan dengan area terdampak 21,68 hektar. Kabupaten Majalengka sebanyak 15 kali seluas 25,91 hektar, Kabupaten Bandung 13 kali kebakaran (16,80 hektar), dan Kabupaten Sukabumi 12 kejadian (49,20 hektare) atau yang paling luas sejauh ini. Daerah lain yang rawan karhutla yaitu Subang, Kuningan, dan Purwakarta antara 10-11 kali kejadian dengan luasan area terbakar telah mencapai 8,22 – 23,80 hektar.

Baca Juga: Ini Skuad Lengkap Persib Bandung 2026/2027, Minus Ramon Tanque!

Menurut Teten secara umum kebakaran di Jawa Barat banyak terjadi pada lahan kering, semak belukar, rerumputan, serasah, tempat pembuangan sampah, dan vegetasi yang mudah terbakar. Adapun penyebabnya beragam. "Tetapi faktor manusia bisa menjadi salah satu faktor dominan, terutama pembakaran sampah, pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar, puntung rokok, serta aktivitas lain,” ujarnya.

Selain karhutla, dampak kekeringan air juga meluas di wilayah Jawa Barat. Hingga 24 Agustus, sebanyak 588.534 jiwa terdampak atau 181.484 keluarga yang tersebar di 440 desa atau kelurahan dalam 189 kecamatan. Data warga terdampak berdasarkan wilayah di Jawa Barat; Kabupaten Bogor 200.273 jiwa, Kabupaten Bekasi (72.165), Kabupaten Purwakarta (49.593), Kabupaten Bandung (31.769), Kabupaten Tasikmalaya (29.014), Kota Sukabumi (31.037), dan Kabupaten Karawang (24.315). ●

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini