Karhutla di Jampangtengah Sukabumi Meluas, 65 Personel Berjibaku Padamkan Api

Sukabumiupdate.com
Senin 10 Agu 2026, 17:39 WIB
Karhutla di Jampangtengah Sukabumi Meluas, 65 Personel Berjibaku Padamkan Api

Penampakan kebakaran hutan di Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di area bekas tebangan A Petak 14, wilayah kerja RPH di Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 18 hektare lahan yang didominasi vegetasi alang-alang.

Asper KBKPH Bojonglopang, Muhammad Syauqi Baihaqi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah masyarakat Kampung Cikurutuk melihat adanya titik api di area bekas tebangan.

"Jajaran RPH segera meluncur ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Namun, kondisi api semakin membesar sehingga tidak dapat ditangani oleh tim awal," kata Muhammad Syauqi Baihaqi kepada Sukabumiupdate.com, Senin (10/8/2026).

Karena api terus membesar, RPH kemudian meminta bantuan kepada Asper KBKPH Bojonglopang. Merespons kondisi tersebut, Asper mengerahkan mandor dan Tenaga Ahli Daya (TAD) untuk membantu proses pemadaman.

Baca Juga: Rotasi Jabatan Pemkab Sukabumi 2026, Ini Tiga Pejabat Baru di Lingkungan Bapperida

Penanganan juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari anggota LMDH Makmur, tokoh masyarakat Cikurutuk, Polsek Jampangtengah, Koramil Jampangtengah, hingga BPBD Jampangtengah.

Total 65 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Mereka terdiri dari 20 personel Polhut, mandor dan TAD BKPH, 20 orang dari masyarakat dan LMDH Makmur, 10 anggota Polsek Jampangtengah, 10 anggota Koramil Jampangtengah, serta lima personel BPBD Jampangtengah.

"Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas Perhutani, masyarakat, TNI-Polri hingga BPBD," ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 14 jam 30 menit, mulai pukul 09.00 WIB hingga 23.30 WIB. Api kemudian dipastikan benar-benar padam sekitar pukul 24.00 WIB.

Di lapangan, petugas melakukan konsolidasi personel dan koordinasi dengan berbagai pihak, membuat ilaran atau sekat bakar, serta melakukan pemadaman langsung terhadap titik-titik api.

Baca Juga: Pejabat Baru Dinkes Kabupaten Sukabumi dalam Daftar Mutasi Agustus 2026

Petugas juga menggunakan peralatan manual yang tersedia, di antaranya semprotan air portabel dan gebyok. Selain itu, bak air dan alat pemadam api ringan (APAR) disiapkan untuk mendukung proses pemadaman serta pemantauan pascakebakaran.

Dari hasil penanganan, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 18 hektare dengan vegetasi yang didominasi alang-alang. Seluruh titik api berhasil dipadamkan.

Sementara itu, taksiran kerugian material akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp2,7 juta.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul dan memicu kebakaran susulan.

Berita Terkait
Berita Terkini