Viral Video Macan Tutul Jawa di Gunung Salak Sukabumi, Ini Kata Kares Kawah Ratu

Sukabumiupdate.com
Selasa 20 Jan 2026, 23:44 WIB
Viral Video Macan Tutul Jawa di Gunung Salak Sukabumi, Ini Kata Kares Kawah Ratu

(Kiri) Macan tutul jawa di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru - (Kanan) Video viral macan tutul jawa di TikTok. (Sumber : Instagram/Kemehut/BBTN Bromo Tengger Semeru/@TikTok @deni.zz95).

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video yang memperlihatkan seekor hewan berwarna hitam yang merupakan macan tutul Jawa viral di media sosial. Video tersebut direkam di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan diunggah oleh akun TikTok @deni.zz95 pada Senin, 19 Januari 2026.

Dalam video berdurasi 33 detik itu, terlihat seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) berjalan di antara pepohonan. Dalam narasi video disebutkan seseorang yang tengah melakukan perjalanan menuju Pos 3 Gunung Salak, Sukabumi. Rekaman tersebut sontak menarik perhatian warganet dan memicu berbagai spekulasi terkait keberadaan hewan tersebut di kawasan TNGHS.

Hingga Selasa (20/01/2026), video tersebut telah ditonton lebih dari 116 ribu kali, 2.618 suka, dan 286 komentar. Dalam unggahan tersebut, penulis video mencantumkan keterangan “Menuju Pos 3 Gunung Salak Sukabumi”.

Sejumlah warganet berkomentar dalam postingan itu dan mempertanyakan lokasi pasti perekaman video, termasuk dugaan apakah Pos 3 yang dimaksud merupakan jalur Cimelati. Menanggapi hal tersebut, pemilik akun menjelaskan bahwa lokasi pengambilan video berada dekat Kebun Teh Cianten, Bogor, mengarah ke Star Energy, dengan akses masuk melalui Gemilang Kebun Teh.

Baca Juga: Predator Dilindungi! Dua Macan Tutul Jawa Tertangkap Kamera di TNGGP

Menanggapi viralnya video tersebut, Gungun Ganjar Gunawan, Kepala Resor (Kares) Kawah Ratu, mengatakan kemungkinan hewan yang terekam adalah macan tutul Jawa namun video tersebut telah ada sejak tahun lalu.

“Sepertinya memang macan tutul. Jika melihat dari video dan lokasinya di Gunung Salak, kawasan tersebut memang merupakan salah satu habitat macan tutul, Tapi video ini sudah di posting di IG TNGHS bulan Juli 2025” ujarnya.

Gungun mengungkapkan bahwa video tersebut sebenarnya pernah dipublikasikan oleh akun resmi Instagram TNGHS pada 9 Juli 2025 dengan judul “Dua Macan Tutul Jawa Terekam Kamera HP Petugas di Jalan Kawasan TNGHS”.

Tertangkap kamera, dua individu macan tutul jawa terlihat beraktivitas di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.Tertangkap kamera, dua individu macan tutul jawa terlihat beraktivitas di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. | TNGGP.

Video tersebut direkam pada 8 Juli 2025 di kawasan TNGHS dan menampilkan momen langka dua ekor macan tutul Jawa yang melintas di jalan baru sebelum lokasi Bukit Halimun Resort (BHR), tepatnya di area yang dikenal sebagai Awi 16. Rekaman tersebut diabadikan oleh Ucup Supriadi, anggota Patroli Mobil SEGS, saat bertugas di lapangan.

Dengan demikian, video yang viral tersebut diketahui bukan rekaman terbaru, melainkan dokumentasi lama yang kembali beredar di media sosial. Sebagai informasi, macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) merupakan satu-satunya spesies kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa dan saat ini berstatus sangat terancam punah (Critically Endangered). 

TNGHS Habitat Macan Tutul Jawa 

Taman Nasional Gunung Halimun Salak menjadi salah satu habitat penting bagi kelangsungan hidup predator puncak tersebut.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Kepala Seksi (Kasi) KSDA Wilayah II BBKSDA Jawa Barat Wilayah I, Stephanus Hanny Rekyanto. Ia menyebutkan bahwa kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memang merupakan salah satu habitat tersisa bagi macan tutul Jawa.

“TNGHS memang salah satu habitat macan tutul Jawa yang masih tersisa,” ujarnya.

Berdasarkan laporan terbaru Java-Wide Leopard Survey (JWLS), hasil pemantauan menggunakan kamera pengintai (camera trap) berhasil mengidentifikasi 34 individu macan tutul Jawa, yang terdiri dari 11 jantan dan 23 betina. Dari jumlah tersebut, 12 individu merupakan macan kumbang, sementara sisanya adalah macan tutul.

Sebaran habitat tersisa Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) di TNGHS. | Geographic rangeSebaran habitat Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) termasuk di TNGHS. | Geographic range.

Survei tersebut bertujuan untuk mengetahui status populasi macan tutul Jawa di seluruh habitat satwa liar yang masih tersisa di Pulau Jawa, sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi konservasi jangka panjang.

Macan tutul (Panthera pardus) terakhir kali dinilai dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN pada tahun 2023 dan dikategorikan sebagai Rentan (Vulnerable) berdasarkan kriteria A2cd.

Secara regional, macan tutul telah punah atau mengalami kepunahan fungsional di sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Saat ini, populasi yang tersisa hanya ditemukan di Thailand, Myanmar, Malaysia, serta Pulau Jawa, Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, spesies ini dilaporkan telah menghilang dari Kamboja, Tiongkok bagian selatan, Laos, dan Vietnam.

Berita Terkait
Berita Terkini