Gempa Dangkal TNGHS dan Was-was Warga di Kaki Gunung Salak
Hari ini, Minggu (8/8/2026) hingga pukul 09.00 WIB, sudah terjadi 3 kali gempa darat dengan kedalaman hingga 13 kilometer.
Hari ini, Minggu (8/8/2026) hingga pukul 09.00 WIB, sudah terjadi 3 kali gempa darat dengan kedalaman hingga 13 kilometer.
Beredar sebuah video di media sosial yang diklaim memperlihatkan kemunculan macan tutul Jawa di kawasan Gunung Salak dan disebut sebagai peristiwa terbaru.
Penampakan Diduga Macan Tutul Jawa di Kawasan TNGHS Ramai Diperbincangkan Warganet.
Seorang pendaki perempuan asal Bogor mengalami gejala hipotermia saat turun dari Gunung Salak via Cimelati, Sukabumi. Beruntung, korban berhasil diselamatkan tim gabungan setelah proses evakuasi di tengah hujan deras.
Rekaman diperoleh melalui camera trap yang dipasang petugas.
Penghargaan yang diraih Rahayu Oktaviani menjadi bukti bahwa komitmen terhadap lingkungan dapat membawa perubahan besar.
Secara morfologi anak Elang Jawa ini masih memiliki bulu kapas berwarna putih.
Tidak terdapat korban jiwa, namun sejumlah warga terpaksa mengungsi.
Wisatawan menikmati keindahan alam saat berkemah di Camping Ground Kaliandra TNGHS Cidahu Sukabumi. Spot terbaik lihat city light hingga sunrise.
Dalam sepekan terakhir, tercatat 600 pengunjung menikmati keindahan wisata alam di Kawasan TNGHS Cidahu Sukabumi.
Kondisi terakhir api dilaporkan masih terus menyala di area perkebunan.
Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) akan menyelenggarakan Kemah Konservasi Alam Nasional pada tanggal 9-10 Agustus 2023 di Bumi Perkemahan Cidahu
Macan tutul berumur sekitar 6 tahun 11 bulan ini dilepasliarkan setelah menjalani habituasi di area hutan Gunung Salak sejak 18 Mei 2023.
Sejak 15 Desember 2022 pendakian Gunung Salak dan objek wisata Kawah Ratu ditutup.
Camping Ground Blok III A menjadi favorit wisatawan untuk berkemah, lantaran parkir kendaraan menuju tenda tidak jauh. Kemudian lokasi tersebut memiliki pemandangan terbaik, dimana pengunjung bisa melihat matahari terbit
Curug sawer tersembunyi dibalik hutan tropis lereng kawasan gunung halimun salak di Kecamatan Kabandungan Sukabumi